Selasa, 13 April 2010

Sejarah Bangsa Indonesia Putri Wulandari / 10208977

Jika kita ingin membicarakan bangsa Indonesia kita tidak bisa membicarakannya begitu saja tanpa membicarakan sejarah bangsa Indonesia itu sendiri. Dan jaman sejarah di Indonesia juga dibagi menjadi dua jenis lagi yaitu jaman prasejarah dan jaman sejarah. Pertama kita bahas jaman prasejarah itu dimana jaman manusia belum mengenal tulisan atau bisa juga disebut jaman purba. Dijaman purba tersebut terdapat pula manusia purbanya. Persebaran manusia purba di Indonesia :
Menerut ahli :
Eugene Dubois adalah seorang dokter berkebangsaan belanda yang pertama kali datang ke Indonesia. Kedatangannya di indonesa adalah bertujuan untuk melaksanakan penelitian lebih lanjut mengenai keberadaan dan kehidupan manusia purba di Indonesia. Karena dia mendapatkan kiriman sebuah tengkorang manusia purba dari seorang temannya yang sedang melakukan penggalian marmer yang bernama B. D. Van Reitschotten pada tahun 1889. Eugene Dubois berhasil menemukan fosil tengkorak manusia purba pada tahun 1890 di dekat desa Trinil, Jawa Timur. Fosil itu diberi nama Pithecanthopus Erectus ( artinya manusia kera yang berjalan tegak ).

Ter Hear, Oppenoorth, G. H. R Von Koenigswald ketiga peneliti mengadakan penelitian di daerah Ngandong ( Kabupaten Blora ). Mereka berhasil menemukan empat belas fosil manusia purba. Fosil – fosil itu lebih dikenal dengan Homo Soloensis, karena ditemukan di sepanjang aliran sumgai Bengawan Solo. Sekitar tahun 1936 – 1941, Von Koenigswald menemukan fosil rahang bawah yang berukuran sangat besar, sehingga para ahli memberi nama Meganthropus Paleojavanicus ( diduga sama dengan Homo Mojokertensis ).

Tjokohandoyo dan Duifjes dua para ahli ini menemukan dua fosil. Fosil – fosil yang ditemukan di Desa Perning dekat Mojokerto dan Sangiran dekat Surakarta itu menjadi sangat penting, karena diperkirakan berasal dari lapisan tanah yang sangat tua ( lebih kurang 2.000.000 tahun yang lalu ). Fosil yang ditemukan diberi nama Homo Mojokertensis.

Prof. Dr. Teuku Jacob setelah bangsa Indonesia merdeka penelitian tentang manusia purba dilanjutkan oleh para ahli Indonesia. Penelitian dilanjutkan di Desa Sangiran dan meluas di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo. Dan ditmukan 13 fosil manusia purba dan fosil terakhir ditemukan pada tahun 1973 di Desa Sambung Macan dan Sragen.




Tempat Persebaran :
Meganthropus Paleojavanicus : Sangiran ( Jawa Timur )
Pithecanthopus : Trinil Desa Ngawi, Perning daerah Mojokerto, Sangiran, Kedung Brubus, Sambung Macan, dan Ngandong.

Itulah yang sedikit dapat dibahas tentang jaman prasejarah di Indonesia dan keberadaan manusia purba di Indonesia. Setelah kita membahas jaman prasejarah di Indonesia mari sekarang kita bahas mengenai jaman sejarah di Indonesia. Jaman sejarah adalah dimana jaman manusia sudah dapat mengenal tulisan. Diawal jaman sejarah ini, jaman ini dikuasai oleh kerajaan yang berdiri dinusantara ini. Dari kerajaan hindu-budhha hingga kerajaan islam masuk ke nusantara kita ini. Kerajaan hindu-budhha masuk dari bangsa India dan bangsa cina yang melakukan pelayaran ke Indonesia. Ada yang bilang kalau bangsa India yang masuk dikarena kan pelarian diri. Sedangkan bangsa budhha masuk dikarenakan bangsa cina yang gemar berdagang ingin melakukan perluasan daerah perdagangannya. Sedangkan kerajaan islam masuk banyak sekali argument yang mengatakan bahwa masuknya islam ke Indonesia dibawa oleh bangsa Arab, ada juga yang berargumen kalau islam masuk dibawa oleh bangsa mesir dan Persia. Banyak sekali kerajaan yang berdiri di Indonesia tetapi satu demi satu kerajaan tersebut mulai runtuh. Ada banyak hal yang menyebabkan kerajaan runtuh ada faktor dari dalam kejaan itu sendiri dan ada juga yang berasal dari luar kerajaan. Salah satu fakto dari dalam yang menyebabkan kerajaan itu runtuh adalah adanya faktor penghianatan yang dilakukan oleh orang dalam kerajaan terhadap raja itu sendiri. Sedangkan faktor dari luar adalah adanya serangan dari kerajaan yang lebih kuat. Dimana kerajaan yang kuat menyerang kerajaan yang lemah. Itulah sedikit ulasan tentang jaman kerajaan.
Sekarang kita masuk pada jaman kolonial. Para kolonial masuk pertama kali adalah bangsa Portugis dan Spanyol. Yang masuk melalui malaka ( dimana malaka adalah pintu masuk ke Indonesia yang sangat strategis ). Para penjajah datang pada awal tujuan mereka adalah mencari rempah - rempah yang banyak terdapat di daerah maluku. Pada awal kedatangaan mereka datang dengan membawa 15 kapal besar dan kecil serta 600 tentara. Ia dan pasukannya mengalahkan Malaka 10 Agustus 1511. Sejak itu Portugis menguasai perdagangan rempah-rempah dari Asia ke Eropa. Setelah menguasai Malaka, ekspedisi Portugis yang dipimpin Antonio de Abreu mencapai Maluku, pusat rempah-rempah. Setelah Portugis berhasil menguasai Malaka, pada 1512 Afonso de Albuquerque mengirim Antonio Albreu dan Franscisco Serrao untuk memimpin armadanya mencari jalan ke tempat asal rempah-rempah di Maluku. Sepanjang perjalanan, mereka singgah di Banten, Sundakalapa, dan Cirebon. Dengan menggunakan nakhoda-nakhoda Jawa, armada itu tiba di Kepulauan Banda, terus menuju Maluku Utara hingga tiba di Ternate.
Kehadiran Portugis di perairan dan kepulauan Indonesia itu telah meninggalkan jejak-jejak sejarah yang sampai hari ini masih dipertahankan oleh komunitas lokal di Nusantara, khususnya flores, Solor dan Maluku, di Jakarta Kampong Tugu yang terletak di bagian Timur Jakarta, antara Kali Cakung, pantai Cilincing dan tanah Marunda.

Bangsa Eropa pertama yang menemukan Maluku adalah Portugis, pada tahun 1512. Pada waktu itu 2 armada Portugis, masing-masing dibawah pimpinan Anthony d'Abreu dan Fransisco Serau, mendarat di Kepulauan Banda dan Kepulauan Penyu. Setelah mereka menjalin persahabatan dengan penduduk dan raja-raja setempat - seperti dengan Kerajaan Ternate di pulau Ternate, Portugis diberi izin untuk mendirikan benteng di Pikaoli, begitupula Negeri Hitu lama, dan Mamala di Pulau Ambon.Namun hubungan dagang rempah-rempah ini tidak berlangsung lama, karena Portugis menerapkan sistem monopoli sekaligus melakukan penyebaran agama Kristen. Salah seorang misionaris terkenal adalah Francis Xavier. Tiba di Ambon 14 Pebruari 1546, kemudian melanjutkan perjalanan ke Ternate, tiba pada tahun 1547, dan tanpa kenal lelah melakukan kunjungan ke pulau-pulau di Kepulauan Maluku untuk melakukan penyebaran agama. Persahabatan Portugis dan Ternate berakhir pada tahun 1570. Peperangan dengan Sultan Babullah selama 5 tahun (1570-1575), membuat Portugis harus angkat kaki dari Ternate dan terusir ke Tidore dan Ambon. Perlawanan rakyat Maluku terhadap Portugis, dimanfaatkan Belanda untuk menjejakkan kakinya di Maluku. Pada tahun 1605, Belanda berhasil memaksa Portugis untuk menyerahkan pertahanannya di Ambon kepada Steven van der Hagen dan di Tidore kepada Cornelisz Sebastiansz. Demikian pula benteng Inggris di Kambelo, Pulau Seram, dihancurkan oleh Belanda. Sejak saat itu Belanda berhasil menguasai sebagian besar wilayah Maluku. Kedudukan Belanda di Maluku semakin kuat dengan berdirinya VOC pada tahun 1602, dan sejak saat itu Belanda menjadi penguasa tunggal di Maluku. Di bawah kepemimpinan Jan Pieterszoon Coen, Kepala Operasional VOC, perdagangan cengkih di Maluku sepunuh di bawah kendali VOC selama hampir 350 tahun. Untuk keperluan ini VOC tidak segan-segan mengusir pesaingnya; Portugis, Spanyol, dan Inggris. Bahkan puluhan ribu orang Maluku menjadi korban kebrutalan VOC.
Kemudian mereka membangun benteng di Ternate tahun 1511, kemudian tahun 1512 membangun Benteng di Amurang Sulawesi Utara. Portugis kalah perang dengan Spanyol maka daerah Sulawesi utara diserahkan dalam kekuasaan Spanyol (1560 hingga 1660). Kerajaan Portugis kemudian dipersatukan dengan Kerajaan Spanyol. Abad 17 datang armada dagang VOC (Belanda) yang kemudian berhasil mengusir portugis dari ternate, sehingga kemudian Portugis mundur dan menguasai Timor timur (sejak 1515). Kolonialisme dan Imperialisme mulai merebak di Indonesia sekitar abad ke-15, yaitu diawali dengan pendaratan bangsa Portugis di Malaka dan bangsa Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtmen pada tahun 1596, untuk mencari sumber rempah-rempah dan berdagang.
Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah yang kini adalah Indonesia, dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit. Satu-satunya yang tidak terpengaruh adalah Timor Portugis, yang tetap dikuasai Portugal hingga 1975 ketika berintegrasi menjadi provinsi Indonesia bernama Timor Timur. Belanda menguasai Indonesia selama hampir 350 tahun, kecuali untuk suatu masa pendek di mana sebagian kecil dari Indonesia dikuasai Britania setelah Perang Jawa Britania-Belanda dan masa penjajahan Jepang pada masa Perang Dunia II. Sewaktu menjajah Indonesia, Belanda mengembangkan Hindia-Belanda menjadi salah satu kekuasaan kolonial terkaya di dunia. 350 tahun penjajahan Belanda bagi sebagian orang adalah mitos belaka karena wilayah Aceh baru ditaklukkan kemudian setelah Belanda mendekati kebangkrutannya. Pada abad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda. VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta.
Tujuan utama VOC adalah mempertahankan monopolinya terhadap perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Hal ini dilakukan melalui penggunaan dan ancaman kekerasan terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah, dan terhadap orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut. Contohnya, ketika penduduk Kepulauan Banda terus menjual biji pala kepada pedagang Inggris, pasukan Belanda membunuh atau mendeportasi hampir seluruh populasi dan kemudian mempopulasikan pulau-pulau tersebut dengan pembantu-pembantu atau budak-budak yang bekerja di perkebunan pala. VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa ini, dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten.
Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir abad ke-18 dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun 1816. Sebuah pemberontakan di Jawa berhasil ditumpas dalam Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830. Setelah tahun 1830 sistem tanam paksa yang dikenal sebagai cultuurstelsel dalam bahasa Belanda mulai diterapkan. Dalam sistem ini, para penduduk dipaksa menanam hasil-hasil perkebunan yang menjadi permintaan pasar dunia pada saat itu, seperti teh, kopi dll. Hasil tanaman itu kemudian diekspor ke mancanegara. Sistem ini membawa kekayaan yang besar kepada para pelaksananya - baik yang Belanda maupun yang Indonesia. Sistem tanam paksa ini adalah monopoli pemerintah dan dihapuskan pada masa yang lebih bebas setelah 1870.
Pada 1901 pihak Belanda mengadopsi apa yang mereka sebut Kebijakan Beretika, yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral J.B. van Heutsz pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini.
Setelah bangsa Indonesia merasa jenuh terhadap penindasaan yang dilakukan oleh bangsa belanda. Indonesia melakukan perlawanan dengan cara membentuk gerakkan nasionalisme dengan cara membuat organisasi. Organisasi yang pertama kali terbentuk adalh organisasi serikat dagang islam yang terbentuk pada tahun 1905. Tidak lama setelah itu muncul lah organisasi Budi utomo yang terbentuk pada tahun 1908. Lalu organisasi organisasi yang lain yang mempunyai tujuan yang sama untuk mengusir penjajah dari Indonesia, selain itu belanda pergi dari Indonesia adalah karena kalah dar perang dunia. Perjuangan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah pada akhirnya tidak sia – sia belanda terusir dari Indonesia, tetapi tidak lama setelah bangsa belanda terusir jepang masuk ke Indonesia. Pada awal kedatangannya jepang sangat lah ramah terhadap penduduk Indonesia, tetapi dengan berjalannya waktu maksud dan tujuan jepang datang ke Indonesia jadi semakin jelas tidak lain dan tidak bukan adalah ingin menjajah Indonesia juga. Malah cara jepang menjajah Indonesia lebih parah dari pada belanda menjajah Indonesia. Walaupun mempunyai waktu yang sangat lah jauh berbeda. Belanda menjajah Indonesia 3,5 abad sedangkan jepang 3,5 tahun, tetapi kesengsaraan yang ditimbulkan lebih parah jepang. Pada saat perang dunia ke II sedang berlangsung japang membom pangkalan laut amerika serikat. Tidak lama setelah itu pada tanggal 6 dan 9 agustus kota hirosima dan Nagasaki dibom atom oleh amerika serikat. Itulah faktor jepang pergi dari Indonesia. Indonesia juga sempat mengalami kekosongan kekuasaan. Dan adanya konflik antara golongan muda dan golongan tua, yang menyebabkan soekarno di bawa ke Rengasdengklok oleh golongan muda. Dimana golongan muda mendesak soekarno untuk secepatnya memplokamirkan kemerdekaan, sedangkan golongan tua berkeinginan untuk dipikikan secara matang – matang terlebih dahulu. Dan pada 17 agustus 1945 Pesiden pertama kita Soekarno dan Wakilnya Muhammad Hatta memplokamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Sumber :
Sejarah Nasional Indonesia dan Umum. Sejarah untuk SMA kelas X. Jakarta: P.T. Gelora Aksara Pratama; 2004
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar