Sabtu, 17 Desember 2011

PANDANGAN ETIKA TERHADAP PRAKTEK BISNIS

Etika bisnis (juga etika perusahaan) adalah bentuk etika terapan atau etika profesi yang meneliti prinsip etika dan masalah moral atau etika yang timbul dalam lingkungan bisnis. Ini berlaku untuk semua aspek perilaku bisnis dan relevan dengan perilaku individu dan organisasi secara keseluruhan.
Etika bisnis telah baik normatif dan dimensi deskriptif. Sebagai praktik perusahaan dan spesialisasi karir, bidang ini terutama normatif. Akademisi mencoba untuk memahami perilaku bisnis menggunakan metode deskriptif. Kisaran dan kuantitas masalah bisnis etika mencerminkan interaksi perilaku memaksimalkan keuntungan dengan non-ekonomi. Bunga dalam etika bisnis dipercepat secara dramatis selama tahun 1980-an dan 1990-an, baik di dalam perusahaan besar dan dalam akademisi. Sebagai contoh, hari ini perusahaan paling utama mempromosikan komitmen mereka untuk nilai-nilai non-ekonomi di bawah judul seperti kode etik dan piagam tanggung jawab sosial. Adam Smith mengatakan, "Orang-orang dari perdagangan yang sama jarang bertemu, bahkan untuk kegembiraan dan penyelewengan, namun percakapan berakhir dalam konspirasi melawan publik, atau dalam penemuan beberapa untuk menaikkan harga." Pemerintah menggunakan hukum dan peraturan untuk titik bisnis perilaku dalam apa yang mereka anggap sebagai arah menguntungkan. Etika secara implisit mengatur bidang dan rincian dari perilaku yang berada di luar kontrol pemerintah. Munculnya perusahaan-perusahaan besar dengan hubungan terbatas dan kepekaan terhadap masyarakat di mana mereka beroperasi mempercepat pengembangan rezim etika formal
BERBISNIS DENGAN ETIKA
 Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum. Tetapi harus diingat dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi batasan bagi aktivitas bisnis yang dijalankan.
 Etika bisnis sangat penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya. Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
 Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok, pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain.
Masalah etika dalam bisnis
1. Suap (Bribery),
2. Paksaan (Coercion),
3. Penipuan (Deception),
4. Pencurian (Theft),
Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination)
Penipuan (Deception),
Adalah tindakan memperdaya, menyesatkan yang disengaja dengan mengucapkan atau melakukan kebohongan
Kasus General Motors 1993
 Menempatkan tangki bahan bakar dlm posisi berbahaya untk menghemat biaya. (Kasus Patricia)
 Tangki diletakkan di belakang as roda dgn jarak 11 inci. (standar 17 inci)
 Dengan posisi tangki seperti ini, perusahaan menghemat $6,19 / mobil.
 Setiap kebakaran bahan bakar membebani mobil $2,4.
 Biaya untuk meletakkan tangki pd posisi yang standar $ 8,59.
 6 tuntutan thn 1960, 25 pd thn 1972.
Pengaruh Bisnis terhadap Etika
 Dari kasus-kasus yang disebutkan sebelumnya, bagaimana perusahaan bersedia melakukan apa saja demi laba.
 Dalam bisnis, satu-satunya etika yang diperlukan hanya sikap baik dan sopan kepada pemegang saham.
 Kepentingan utama bisnis adalah menghasilkan keuntungan maksimal bagi shareholders.
 Fokus itu membuat perusahaan yang berpikiran pendek dengan segala cara berupaya melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan keuntungan.
 Kompetisi semakin ketat dan konsumen yang kian rewel sering menjadi faktor pemicu perusahaan mengabaikan etika dalam berbisnis.

Rabu, 02 November 2011

ETIKA BISNIS / Putri Wulandari / 10208977

Dalam melakukan setiap usaha / bisnis harusnya didasari dengan etika dalam melakukan segala keitannya. Adapun etika kita dalam melakukan bisnis yang disebut juga etika bisnis. Dalam pengaplikasiannya kedalam kegitan bisnis diperlakukan batasan – batasan dalam melakukan kegitan bisnis, dapat kita ambil contoh dalam kegitan marketing ( pemasaran ). Perusahaan yang melakukan kegitan marketing dan mengiklankan produknya juga menggunakan etika bisnis, misalnya saja dengan tidak saling menjatuhkan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain ( biasanya perusahaan yang memproduksi suatu barang atau jasa yang sama ). Persaingan antara perusahaan sangat sering sekali terjadi bahkan dapat dikatakan persaingan akan selalu ada selama adanya kegitan bisnis. Tetapi tidak boleh saling mejatuhkan, persaingan memang harus ada itu juga untuk memacu perusahaan agar lebih berinovasi dengan produknya. Tetapi persaingan juga harus dilakukan secara sehat dan tidak boleh saling menjatuhkan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. Banyak cara yang dapat digunakan agar produk yang ditawarkan lebih menarik salah satunya dengan cara melakukan promosi produk, dapat dilakukan dengan cara mengadakan launching produk atau dengan cara lain, misalnya saja melakukan promosi produk dengan pemberian barang beli satu gratis satu atau yang biasa disebut dengan BUY ONE GET ONE FREE. Persaingan boleh saja terjadi, asalkan tidak saling merugikan dan menjatuhkan. Maka perlu adanya etika bisnis.

Selasa, 11 Oktober 2011

Makna Pokok Dari Etika Bisnis / Putri Wulandari/ 10208977

1.) Jelasakan makna pokok dari etika bisnis
Pengertian etika harus dibedakan dengan etiket. Etiket berasal dari bahasa Prancis etiquette yang berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama menusia. Sementara itu etika, berasal dari bahasa Latin, berarti falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, susila, dan agama.
Berikut ini beberapa pendapat para ahli tentang etika:
“Etika merupakan bagian dari filsafat. Sebagai ilmu, etika mencari keterangan (benar) yang sedalam-dalamnya. Sebagai tugas tertentu bagi etika, ia mencari ukuran baik-buruk bagi tingkah laku manusia . . .memang apa yang tertemukan oleh etika mungkin menjadi pedoman seseorang, tetapi tujuan etika bukanlah untuk memberi pedoman, melainkan untuk tahu.”(Prof. Ir. Poedjawiyatna, Etika, Filsafat Tingkah Laku)
“Etika bukan suatu sumber tambahan bagi ajaran moral melainkan merupakan filsafat atau pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan padangan-pandangan moral “(Franz Magnis Suseno)
“Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujud dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok.” (A. Sonny Keraf)
“Etika adalah ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Etika disebut pula akhlak dan disebut pula moral.” (Drs.Sudarsono)
Menurut K. Bertens, ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam mempelajari etika bisnis, yaitu :
1. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya demensi etis dalam bisnis.
Menanamkan, jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada, meningkatkan bila kesadaran itu sudah
ada, tapi masih lemah dan ragu.
Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan
segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius.
2. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis, serta membantu
pebisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat.
Dalam etika sebagai ilmu, bukan Baja penting adanya norma-norma moral, tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis.
3. Membantu pebisnis/calon pebisnis, untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya
(kelak).
Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan, apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya, sekurang-kurangnya meliputi dua sisi berikut, yaitu disatu pihak, harus dikatakan : etika mengikat tetapi tidak memaksa. Disisi lain, studi dan pengajaran tentang etika bisnis boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. Bila studi etika telah membuka mata, konsekuensi logisnya adalah pebisnis bertingkah laku menurut yang diakui sebagai hal yang benar.
Dengan membaca pendapat-pendapat di atas, kita mengetahui bahwa ada banyak pengertian tentang etika. Yang penting bagi pelaku bisnis adalah bagaimana menempatkan etika pada kedudukan yang pantas dalam kegiatan bisnis. Tugas pelaku bisnis adalah berorientasi pada norma-norma moral. Dalam melaksanakan pekerjaannya sehari-hari dia berusaha selalu berada dalam kerangka ‘etis’, yaitu tidak merugikan siapa pun secara moral.
Tolok ukur dalam etika bisnis adalah standar moral. Seorang pengusaha yang beretika selalu mempertimbangkan standar moral dalam mengambil keputusan: apakah keputusanku ini dinilai baik atau buruk oleh masyarakat? Apakah keputusanku berdampak baik atau buruk kepada orang lain? Apakah keputusanku ini melanggar hukum atau tidak?
Ada dua prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan dimensi etis dalam pengambilan keputusan yaitu :
1. Prinsip Konsequentialis: Konsep etika ini berfokus pada konsekuensi dari pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang. Ini artinya, penilaian apakah sebuah keputusan dapat dikatakan etis atau tidak, itu tergantung pada konsekuensi (dampak) dari keputusan tersebut. Misalnya, keputusan mengalirkan lumpur panas ke laut. Penilaian etis atas keputusan ini diukur dari dampaknya terhadap kerusakan lingkungan dan kerugian masyarakat.
2. Prinsip Non-Konsekuentialis: Konsep etika ini mendasarkan penilaian pada rangkaian peraturan yang digunakan sebagai petunjuk/panduan pengambilan keputusan. Penilaian etis lebih didasarkan pada alasan, bukan pada akibatnya. Ada dua prinsip utama di dalam konsep ini, yaitu:
Prinsip Hak: Menjamin hak asasi manusia. Hak ini berhubungan dengan kewajiban untuk tidak saling melanggar hak orang lain.
Prinsip Keadilan: Keadilan biasanya terkait dengan isu hak, kejujuran,dan kesamaan. Prinsip keadilan dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu :
(1). Keadilan distributif. Keadilan yang sifatnya menyeimbangkan alokasi benefit dan beban antar anggota kelompok. Benefit terdiri dari pendapatan, pekerjaan, kesejahteraan, pendidikan dan waktu luang. Beban terdiri dari tugas kerja, pajak dan kewajiban sosial.
(2). Keadilan retributif. Keadilan yang terkait dengan retribution (ganti rugi) dan hukuman atas kesalahan tindakan. Seseorang harus bertanggungjawab atas dampak negatif atas tindakan yang dilakukannya (kecuali jika tindakan tersebut dilakukan atas paksaan pihak lain.)
(3). Keadilan kompensatoris. Keadilan yang terkait dengan kompensasi bagi pihak yang dirugikan. Kompensasi yang diterima dapat berupa perlakuan medis, pelayanan dan barang penebus kerugian. Masalah terjadi apabila kompensasi tidak dapat menebus kerugian, misalnya kehilangan nyawa manusia.


2.) Jelaskan manfaat dari perusahaan yang menerapkan etika bisnis

Kode Etik (Patrick Murphy) atau kadang-kadang disebut code of conduct atau code of ethical conduct ini, menyangkut kebijakan etis perusahaan berhubungan dengan kesulitan yang bisa timbul (mungkin pernah timbul dimasa lalu), seperti konflik kepentingan, hubungan dengan pesaing dan pemasok, menerima hadiah, sumbangan dan sebagainya.
Latar belakang pembuatan Kode Etik adalah sebagai cara ampuh untuk melembagakan etika dalam struktur dan kegiatan perusahaan. Bila Perusahaan memiliki Kode Etik sendiri, is mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memilikinya.
Manfaat Kode Etik Perusahaan :

1. Kode Etik dapat meningkatkan kredibilitas suatu perusahaan, karena etika telah dijadikan sebagai
corporate culture. Hal ini terutama penting bagi perusahaan besar yang karyawannya tidak semuanya saling mengenal satu sama lainnya. Dengan adanya kode etik, secara intern semua karyawan terikat dengan standard etis yang sama, sehingga akan mefigambil kebijakan/keputusan yang sama terhadap kasus sejenis yang timbul.

2. Kode Etik, dapat membantu menghilangkan grey area (kawasan kelabu) dibidang etika. (penerimaan
komisi, penggunaan tenaga kerja anak, kewajiban perusahaan dalam melindungi lingkungan hidup).

3. Kode etik menjelaskan bagaimana perusahaan menilai tanggung jawab sosialnya.

4. Kode Etik, menyediakan bagi perusahaan dan dunia bisnis pada umumnya, kemungkinan untuk mengatur diri sendiri (self regulation).

PRINSIP PENERAPAN ETIKA BISNIS
Berikut ini adalah 10 Prinsip di dalam menerapkan Etika Bisnis yang positif:
Etika Bisnis itu dibangun berdasarkan etika pribadi: Tidak ada perbedaan yang tegas antara etika bisnis dengan etika pribadi. Kita dapat merumuskan etika bisnis berdasarkan moralitas dan nilai-nilai yang kita yakini sebagai kebenaran.
Etika Bisnis itu berdasarkan pada fairness. Apakah kedua pihak yang melakukan negosiasi telah bertindak dengan jujur? Apakah setiap konsumen diperlakukan dengan adil? Apakah setiap karyawan diberi kesempatan yang sama? Jika ya, maka etika bisnis telah diterapkan.
Etika Bisnis itu membutuhkan integritas. Integritas merujuk pada keutuhan pribadi, kepercayaan dan konsistensi. Bisnis yang etis memperlakukan orang dengan hormat, jujur dan berintegritas. Mereka menepati janji dan melaksanakan komitmen.
Etika Bisnis itu membutuhkan kejujuran. Bukan jamannya lagi bagi perusahaan untuk mengelabuhi pihak lain dan menyembunyika cacat produk. Jaman sekarang adalah era kejujuran. Pengusaha harus jujur mengakui keterbatasan yang dimiliki oleh produknya.
Etika Bisnis itu harus dapat dipercayai. Jika perusahaan Anda terbilang baru, sedang tergoncang atau mengalami kerugian, maka secara etis Anda harus mengatakan dengan terbuka kepada klien atau stake-holder Anda.
Etika Bisnis itu membutuhkan perencanaan bisnis. Sebuah perusahaan yang beretika dibangun di atas realitas sekarang, visi atas masa depan dan perannya di dalam lingkungan. Etika bisnis tidak hidup di dalam ruang hampa. Semakin jelas rencana sebuah perusahaan tentang pertumbuhan, stabilitas, keuntungan dan pelayanan, maka semakin kuat komitmen perusahaan tersebut terhadap praktik bisnis.
Etika Bisnis itu diterapkan secara internal dan eksternal. Bisnis yang beretika memperlakukan setiap konsumen dan karyawannya dengan bermartabat dan adil. Etika juga diterapkan di dalam ruang rapat direksi, ruang negosiasi, di dalam menepati janji, dalam memenuhi kewajiban terhadap karyawan, buruh, pemasok, pemodal dll. Singkatnya, ruang lingkup etika bisnis itu universal.
Etika Bisnis itu membutuhkan keuntungan. Bisnis yang beretika adalah bisnis yang dikelola dengan baik, memiliki sistem kendali internal dan bertumbuh. Etika adalah berkenaan dengan bagaimana kita hidup pada saat ini dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Bisnis yang tidak punya rencana untuk menghasilkan keuntungan bukanlah perusahaan yang beretika.
Etika Bisnis itu berdasarkan nilai. Perusahaan yang beretika harus merumuskan standar nilai secara tertulis. Rumusan ini bersifat spesifik, tetapi berlaku secara umum. Etika menyangkut norma, nilai dan harapan yang ideal. Meski begitu, perumusannya harus jelas dan dapat dilaksanakan dalam pekerjaan sehari-hari.
Etika Bisnis itu dimulai dari pimpinan. Ada pepatah, “Pembusukan ikan dimulai dari kepalanya.” Kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap corak lembaga. Perilaku seorang pemimpin yang beretika akan menjadi teladan bagi anak buahnya.
Di dalam persaingan dunia usaha yang sangat ketat ini, etika bisnis merupakan sebuah harga yang tidak dapat ditawar lagi. Seorang konsumen yang tidak puas, rata-rata akan mengeluh kepada 16 orang di sekitarnya. Dalam zaman informasi seperti ini, baik-buruknya sebuah dunia usaha dapat tersebar dengan cepat dan massif. Memperlakukan karyawan, konsumen, pemasok, pemodal dan masyarakat umum secara etis, adil dan jujur adalah satu-satunya cara supaya kita dapat bertahan di dalam dunia bisnis sekarang.
• Tanggung-jawab sosial dimana bisnis diharapkan memberikan arti bagi komunitas pada umumnya, khususnya ditempat bisnis berada atau memiliki kepentingan. Misalnya tumpahan minyak Exxon Mobil. Sudah menjadi tanggung-jawab bisnis untuk melindungi kepentingan orang banyak, hewan dan lingkungan dimana sumber digunakan. Karena penanganan isu yang tidak tepat, maka hubungan masyarakat menjadi mimpi buruk perusahaan. Saat ini Exxon telah diperintahkan untuk membersihkan area yang semestinya dijaga dari kerusakan. Ketidakpedulian etika bisnis dalam kasus ini, akan mengakibatkan citra negatif perusahaan di masyarakat dan tuntutan hukum.

• Isu terkait tanggung-jawab perusahaan dengan pemegang saham. Ini adalah area dengan regulasi yang ketat namun memerlukan campur tangan pemerintah, dikarenakan praktek tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan di masa lalu. Konsep meningkatkan nilai pemegang saham adalah bagian dari prinsip dasar perusahaan dan jika etika bisnis tidak digunakan, bisnis akan runtuh karena tekanan dari pemegang saham.

• Negosiasi dan kerjasama antar perusahaan. Seringkali rival dalam bisnis memburuk karena jumlah uang dan ego yang mengendalikan mereka. Pengambilalihan yang kasar dan spionase bisnis adalah beberapa contoh perilaku tidak etis dalam dunia bisnis. Jika ditemukan, perilaku ini dapat dikenakan hukuman oleh hukum atau opini publik . Agar permainan adil dan menjaga minat konsumen, pemerintah mengatur kerjasama yang dilakukan oelh perusahaan. Microsoft menjadi target penyalahgunaan dan kemarahan karena teknik monopoli bisnisnya. Meskipun hal tersebut tidak menenggelamkan raksasa IT, banyak yang mengatakan, akan menghadapi tekanan jangka panjang. Pemerintah juga sudah turun tanggan untuk memastikan bisnis lainnya dan konsumen tidak dirugikan.

• Perlindungan pemegang saham. Setiap usaha memiliki pemegang saham disamping pemiliknya - karyawan dan publik. Bisnis harus memastikan hak dan kepentingan kelompok in dilindungi dengan baik. Keributan dan kondisi kerja karyawan yang buruk di Wal-Mart mengakibatkan pandangan negatif pada departmen store besar tersebut. Ini mengakibatkan kompetisi dan rival memiliki peluang untuk mengambil alih saat perusahaan sedang sibuk mengendalikan kerusakan.

• Dasar praktek bisnis sebuah perusahaan. Kontrak dibawah tangan, penggunaan produk yang tidak standar, menyebarnya informasi produk yang salah, memperkerjakan karyawan ilegal dengan upah dibawah minimum, dsb menunjukkan perusahaan dijalankan dengan tidak etis dan bukan tempat kerja atau penyedia jasa yang bermutu.

Beberapa cara yang telah dilakukan oleh perusahan-perusahan yang cukup ternama antara lain adalah :
a. Pengubahan struktur organisasi.
Bentuk organisasi tradisional yang piramid tampaknya sudah bukan zamannya lagi. Dalam perusahaan AT&T, cara baru pengorganisasian ditekankan pada team yang bekerja antar fungsi melalui komunikasi antar departemen. Mereka mulai tidak menekankan pada rantai komando yang terlampau ketat dalam mengambil keputusan. Di GE, Jack Welch menerapkan “boundaryless organization”, di mana pegawai tidakmengidentifikasi dirinya dengan satu departemen yang terpisah, melainkan harus berinteraksi dengan siapa saja dalam menyelesaikan pekerjaannya.

b. Pemberdayaan Pegawai.
Berbagai pakar beranggapan bahwa organisasi masa kini harus meletakan pelanggan di atas segalanya, dan menekankan bahwa setiap gerak yang dilakukan perusahaan harus mengarah pada pemuasan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu perusahaan harus memberdayakan pegawai, khususnya yang berada di garis depan.

c. Organisasi yang datar makin menjadi norma umum.
Sebagai pengganti organisasi piramid yang terdiri atas 7, 10, atau lebih lapisan manajerial, disusun organisasi yang cenderung datar dengan lapisan manajerial sekitar 3 atau empat lapis saja.

d. Kerja semakin dirancang dalam bentuk “teams”, ketimbang terspe-
sialisasi dalam satu fungsi saja.
Di pabrik seorang pekerja tidak hanya melakukan satu jenis pekerjaan secara berulang-ulang. Dia lebih merupakan bagian dari tim kerja yang multifungsi.

e. Landasan kekuatan perusahaan berubah.
Dalam organisasi ekonomi global, posisi, jabatan, dan kewenangan, bukan lagi menjadi alat yang memadai bagi manajer untuk bisa menyelesaikan pekerjaan. Sebagai penggantinya adalah “gagasan-gagasan yang baik”

f. Manajer masa kini harus mampu membangun komitmen.
Membangun organisasi yang lebih baik, lebih besar, lebih kompetitif, artinya mendatangkan pegawai-pegawai yang mempunyai komitmen dan mampu mengendalikan diri.

g. Orientasi pada “human-capital”
Manusia sebagai unsur penentu keberhasilan organisasi senantiasa harus menjadi pokok perhatian utama. Mulai dari manajer tingkat teratas sampai dengan pegawai tingkat terbawah harus berkualitas, akhli. “Pecundang dalam globalisasi adalah mereka yang tidak meningkatkan keakhlian mereka. Mereka akan semakin hancur”. Demikian kata Hemmer.

Sabtu, 07 Mei 2011

Biografi Ibu Fatmawati BI 2 SOFTSKILL

Fatmawati yang bernama asli Fatimah lahir di Bengkulu, 5 Februari 1923. Di sebuah rumah bergandeng di kampung Pasar Malabero, Bengkulu. Oleh orang tuanya, diberilah nama Fatmawati, yang mengandung arti, Bunga Teratai. Ayahnya bernama Hassan Din dan ibunya bernama Siti Chadidjah. Sebetulnya ayahnya telah menyiapkan dua nama untuk anaknya yang akan lahir, yaitu Fatmawati dan Siti Djubaidah. Namun kemudian nama Fatmawati itulah yang diambilnya. Ayahnya, Hassan Din adalah seorang Pengurus (pemimpin) organisasi Muhammadiyah cabang Bengkulu. Di samping, juga bekerja di Borsumij (Borneo - Sumatra Maatschappij), yaitu sebuah perusahaan swasta milik orang Belanda. Akan tetapi, ketika Hassan Din dihadapkan pada salah satu alternatif pilihan, beliau memilih keluar dari Borsumij, dan lebih memusatkan diri pada Muhammadiyah yang dipimpinnya. Sepasang suami-istri ini selanjutnya terlibat aktif dalam perserikatan Muhammadiyah.
Bibit jati diri dengan prinsip yang teguh dan kokoh, disertai semangat kemandirian yang kuat telah tersemai dalam masa remaja seorang Fatmawati. Pengaruh sosialiasi melalui ajaran dan pengalaman dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sosialnya, telah mampu membentuk karakter Fatmawati, menjadi seorang anak yang tidak sekedar patuh pada tradisinya, tetapi lebih cenderung untuk menyikapi segala bentuk potret kehidupan sosio-kulturalnya.
Sebelum memasuki usia sekolah, Fatmawati kecil ini telah menempa diri dengan “ngaji” belajar agama (membaca dan menulis Al-qur’an) pada sore hari baik kepada datuknya (kakeknya), maupun kepada seorang guru agama, di samping membantu mengurus pekerjaan orang tuanya. Semangat untuk belajar agama secara ekstra terutama di Sekolah Standar Muhammadiyah masih terus dilakukan meskipun sudah mulai memasuki sekolah di HIS (Hollandsch Inlandsch School) pada tahun 1930 (Fatmawati, 1978:20-21). Jadwal belajar yang padat dengan pemandangan sehari-hari selalu dijadikannya sebagai bahan ajaran bagi kehidupannya. Bahkan di usia yang masih remaja, atau kalau boleh dibilang masih anak-anak, Fatmawati telah mengalami pencerahan yang cukup matang sehingga mampu melampaui batas-batas nilai kapasitas umumnya anak remaja.
Bersekolah sambil berjualan untuk membantu meringankan beban orang tuanya, menunggu warung, serta berobat sendiri ke rumah sakit, merupakan bukti diri akan semangat kemandirian serta rasa percaya diri yang matang, dan untuk ukuran usia yang baru menginjak tujuh tahun itu sangat mengagumkan.
Setelah menikah secara wali pada bulan Juni 1943, Ibu Fatmawati segera berangkat ke Jakarta tidak sekedar untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri Bung Karno, pemimpin pejuang rakyat Indonesia, tetapi juga ikut berperan aktif, bergabung bersama para tokoh pejuang nasional lainnya untuk membela Nusa dan Bangsanya. Bahkan Bung Karno selaku pemimpin pejuang tidak ragu-ragu untuk sering meminta pendapat maupun pertimbangan mengenai langkah-langkah perjuangannya.
Pada tahun 1940 an adalah masa – masa romantisnya Ibu Fatmawati bersama Bung Karno. Seringnya terlibat dalam acara kenegaraan baik yang secara nasional maupun internasional Fatmawati selalu senan tiasa menemani Bung Karno. Bahkan ada acara yang hanya negara yang dihadiri oleh Fatmawati saja tanpa Bung Karno ada disisi Ibu Fatmawati.
Tetapi berjalannya waktu keretakkan dalam rumah tangga Ibu Fatmawati dan Bung Karno mulai timbul. Dikarena Bung Karno menikahi lagi wanita asal jawa tengah. Ibu Fatmawati yang sangat menentang keras akan adanya pologami dan sampai pada akhirnya Ibu Fatmawati keluar dari Istana Merdeka dan lebih memilih tinggal di sebuah rumah sederhana. Tetapi cintanya kepada Bung Karno sangatlah besar buktinya saja pada saat Bung Karno wafat Ibu Fatmawati datang dan setelah berpisah dengan Bung Karno ibu Fatmawati tidak menikah lagi. Selain itu perjuangan dan kecintaannya akan Indonesia juga besar. Banyaknya kegiatan sosial yang dilakukan oleh beliau sampai beliau mendirikan rumah sakit yang diberi nama dengan namanya sendiri FATMAWATI. Beliau pada akhirnya meninggal di Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Mei 1980 pada umur 57 tahun. Setelah menunaikan ibadah umroh meninggal dikarena terkena serangan jantung. Jasa beliau tidak begitu saja dilupakan. Untuk mengenang jasa beliau sebuah bandara udara di bengkulu diberi nama dengan nama beliau yaitu BANDAR UDARA SOEKARNO.

sumber : http://bengkoelen-bengkoelezen.blogspot.com/2008/10/riwayat-hidup-singkat-dan-perjuangan.html

Nikmatnya Menjadi Wirausahawan BI2 SOFTSKILL

Tuntutan hidup dijaman sekarang yang sangat keras dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan membuat sejumlah orang berputar otak untuk membiaya kehidupannya maupun keluarganya. Kebutuhan yang semakin sulit terpenuhi dikarenakan tingginya biaya hidup dijaman sekarang membuat banyak orang lebih memilih menjadi wirausahawan.
Dengan memilih usaha yang kita inginkan. Kita juga dapat memilih usaha yang kita inginkan sesuai dengan hobby apa yang kita sukai, misalnya saja kita suka dalam hal masak memasak kita dapat memilih usaha rumah makan. Selain kita dapat mencari pendapatan kita juga dapat mengurangi steress akibat perkerjaan dikarena kita suka dal hal tersebut.
Dengan rajin, sabar, dan tidak mudah menyarah itu lah kunci bila kita ingin menjadi seorang wirausahawan. Penghasilan yang relatif lebih besar dibandinkan bila kita menjadi pegawai biasa saja itu juga menjadi sebuah pilihan mengapa seseorang lebih memilih menjadi seorang wirausahawan.
Penghasilan perbulan yang dihasilkan cukup besar, juga sangat menunjang seseorang untuk memenuhi segala kebutuhannya. Apalagi kita hidup di kota besar seperti Jakarta tuntutan akan kebutuhan hidup sangat lah tinggi.
Selain penghasilan yang cukup besar kita juga dapat membantu pemerintah dalam hal pembukaan lapangan kerja bagi seseorang. Dan juga mengurangi angka pengangguran yang cukup tinggi dinegara kita ini.
Secara langsung kita juga bisa dapat menambah sumber pendapatan negara kita dengan cara membayar pajak usaha dari usaha yang kita dirikan.

Jumat, 08 April 2011

WIKILEAKS INDONESIA BI2 SOFTSKILL

WikiLeaks Indonesia Bocor. Bukan hanya atap genting yang bocor, WikiLeaks membuat pemerintah Indonesia ketar ketir dengan aksinya membocorkan dokumen-dokumen rahasia milik Amerika yang tentunya berkaitan dengan pemerintah Indonesia.
Maka duo Menteri pun dibuat sibuk untuk menghandle masalah WikiLeaks Indonesia ini. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring harus kerja ekstra keras. Jika benar ada 3.059 dokumen penting rahasia Amerika tentang Indonesia dan kesemua itu dibocorkan oleh WikiLeaks, itu artinya cerita bakal berbuntut panjang.
Ini bukan hanya persoalan Amerika, seperti diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa namun juga menyangkut ranah kepentingan Pemerintah Indonesia, seperti umpamanya kasus yang sangat sensitif yaitu kasus Timor Timur.
Kasus ‘ember’ WikiLeaks Indonesia bukan main-main nampaknya. Ini bakal menjadi ancaman buat para ‘pelakon’ negeri ini. Yang awalnya merasa tenang-tenang saja lantaran tak terusik, terpaksa kini harus deg-deg an menunggu apa yang akan terjadi. Atau jangan-jangan sebenarnya WikiLeaks hanya pangeran kesiangan, karena sebenarnya rahasia itu sudah menjadi rahasia umum.
Canberra - Pemberitaan koran Australia, The Age, benar-benar menghebohkan Indonesia. Dalam artikel berjudul "Yudhoyono ‘abused power" itu banyak disebut nama orang-orang besar di Indonesia. Salah satunya, konglomerat Tomy Winata, bos Artha Graha.

Dalam bocoran kabel-kabel diplomatik Kedutaan Besar (Kedubes) AS yang dirilis WikiLeaks kepada The Age disebutkan, diplomat-diplomat Amerika menekankan adanya dugaan hubungan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan para pengusaha Indonesia, khususnya Tomy Winata, yang diduga sebagai figur dan anggota dunia hitam "Gang Sembilan" atau "Sembilan Naga," sebuah sindikat perjudian terkenal.

Pada tahun 2006, Agung Laksono, yang kini menjabat Menkokesra, mengatakan pada pejabat-pejabat Kedubes AS bahwa TB Silalahi "berfungsi sebagai perantara, yang menyampaikan dana dari Tomy ke SBY, melindungi SBY dari kewajiban-kewajiban yang bisa muncul jika SBY berurusan langsung dengan Tomy," demikian ditulis The Age, Jumat (11/3/2011).

Dituliskan The Age, Tomy kabarnya juga menggunakan pengusaha terkemuka Muhammad Lutfi sebagai saluran pendanaan bagi SBY. SBY menunjuk Lutfi sebagai ketua Dewan Koordinasi Investasi Indonesia.

Pejabat senior Badan Intelijen Negara, Yahya Asagaf juga mengatakan pada Kedubes AS bahwa Tomy mencoba meningkatkan pengaruhnya dengan menggunakan seorang pembantu senior kepresidenan sebagai penghubungnya ke ibu negara RI, Kristiani Herawati atau yang dikenal sebagai Ani Yudhoyono.
Sumber : http://www.lautanindonesia.com/forum/index.php?topic=87328.0
http://www.oktyana.com/news/wikileaks-indonesia-bocor.html

KRISIS GLOBAL 2012 BI2 SOFTSKILL

Tidak menentunya perekomian disuatu negara itu yang menyebabkan tidak menentunya perekonomian dunia juga. Turun naiknya nilai tukar mata uang suatu negara itu dapat dijadiakn tolak ukur negara tersebut.
Krisis yang melanda bangsa indonesia ditahun 1998. Dengan langsung merosotnya nilai tukar terhadap rupiah yang rendah. Menyebabkan negara kita dilanda krisis yang sangatlah serius. Dengan adanya krisis tersebut negara kita masih masuk kedalam golongan negara berkembang.
*Profesor Harvard Ingatkan Potensi Krisis di 2012
Krisis ekonomi global diprediksikan bakal terjadi kembali pada 2012. Hal ini sesuai dengan siklus krisis 15 tahunan salah satu tandanya adanya capital inflow.

Demikian diungkap Harpel Professor of Capital Formation and Growth Harvard University Jeffrey Frankel dalam acara acara IMF-BI-BKPM Joint Conference Coping with Asia's Large Capital Inflows in A Multi-Speed Global Economy, di Bali, Jumat (11/3).

"Kalau saya perhatikan, siklus (krisis) terjadi dalam periode 15 tahun sekali. Dan bila berdasarkan itu, kita akan menghadapi krisis kembali pada 2012," ungkapnya.

Ia menekankan agar negara-negara emerging market mewaspadai adanya potensi hal tersebut. Pasalnya, kecenderungan krisis ekonomi terjadi kerap berhubungan dengan derasnya aliran dana asing (capital inflow) ke negara berkembang.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, kiris pertama kali terjadi pada tahun 1982 akibat capital inflow yang terjadi selama 6 tahun (1975-1981) sedangkan krisis kedua terjadi di Asia pada tahun 1997, dengan capital inflow yang juga terjadi selama 6 tahun (1990-1996).

Karenanya jika melihat data tersebut dia mengkhawatirkan akan adanya krisis global di 2012, mengingat arus modal asing tersebut sudah mulai masuk sejak 2003.


Selain itu, ia melihat bahwa laju inflasi pada sebagian besar negara-negara berkembang mulai memberi tekanan terhadap kondisi ekonomi masing-masing negara. "India, China, Indonesia, dan Singapura terancam overheating," ujarnya.

Dengan demikian, ia menghimbau agar negara-negara emerging market termasuk Indonesia untuk tetap mewaspadai kemungkinan adanya potensi tersebut. "Caution selalu menjadu pilihan yang tepat," jelasnya.

Sebagai informasi, berdasar data Institute of International Finance (IIF) yang disampaikan oleh Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, besar capital inflows yang akan masuk ke emerging market Asia mencapai sekitar US$400 miliar, yang diantaranya sekitar US$13-15 miliar akan masuk ke Indonesia.

Sumber : http://www.kabarmakassar.com/nasional/1959-waspada-krisis-tahun-2012.html