Senin, 25 Maret 2013

SIMPLE ENGLISH GRAMMAR


Putri Wulandari
10208977
4EA04

PAST PERFECT CONTINUOUS TENSE
(Bentuk lampau selesai sedang berlangsung)

A.    Penggunaan :
Untuk menyatakan suatu peristiwa atau kejadian yang telah terjadi sedang berjalan langsung, ketika peristiwa lain terjadi di waktu lampau.
B.     Keterangan waktu :
Keterangan waktu Past Perfect Continuous tense, hampir sama penggunaannya dan saling bergantian dengan Past Perfect tense jadi yang dipentingkan tergantung kontek kalimat dalam pembicaraan.
-          … when                      :   ketika
-          … by last                    :   menjelang … yang lalu
-          … by yesterday          :   menjelang kemarin
C.    Jenis Kalimat Rumus
positif
(+) S + had + been + V1-ing/present participle :
negatif
(-) S + had + not + been + V1-ing/present participle:
interogatif
(?) had + S + been + V1-ing/present participle

D. Contoh Past Perfect Continuous Tense
·         When the guests came, we had been waiting for an hour.
(Ketika para tamu datang, kita telah menunggu selama satu jam.)
·         He had been standing in front of the door for thirthy minutes before it was opened.
(Dia telah berdiri di depan pintu selama tiga puluh menit sebelum dibukakan.)
·         She was annoyed since she had been waiting for 2 hours on the bus station.
(Dia kesal karena telah menunggu selama 2 jam di halte bus.)
·         By the time the teacher came, the students had been reading a half part of the text.
(Pada waktu guru datang, para siswa telah membaca separuh bagian dari teks.)
·         I had been working with my computer all day, and all I wanted to do was eat some chocolate.
(Saya telah bekerja dengan komputer sepanjang hari, dan yang ingin saya lakukan adalah makan coklat.)




PAST PERFECT TENSE
(Bentuk lampau telah selesai)
A.    Penggunaan :
  1. Untuk menyatakan suatu peristiwa atau perbuatan yang telah terjadi sebelum peristiwa lain terjadi di waktu lampau.
  2. Untuk menyatakan suatu peristiwa pada saat dan berlangsung sampai saat yang lain pada waktu lampau.
  3. Untuk menyatakan suatu peristiwa atau perbuatan yang terjadi pada waktu tertentu di saat lampau.
  4. Untuk menyatakan alas an atau jawaban dari peristiwa yang terjadi di waktu lampau (Simple Past Tense)
B.     Keterangan waktu :
Keterangan waktu tense ini adalah :
-          after …
-          … before
-          … when
-          as soon as
-          by …
-          by the end of
-          by the time
-          by 1 o’clock yesterday


C. Jenis Kalimat Rumus Contoh Past Perfect Tense
      positif (+) S + had + Verb-3/past participle 
negatif (-) S + had + not + Verb-3/past participle
interogatif (?) had + S + Verb-3/past participle

D. Contoh Past Perfect Tense
·         When he came last night, the cake had run out.
(Ketika dia datang semalam, kue sudah habis.)
·         The student had gotten a verbal warning before his parents were called.
(Siswa tersebut telah mendapat peringatan verbal sebelum orangtuanya ditelepon.)
·         I had read the book three times.
(Saya membaca buku itu tiga kali.)
·         He said that he had listened carefully the instruction.
(Dia mengatakan bahwa dia telah mendengarkan instruksi dengan penuh perhatian.)
·         If he had taken a bath fast, he would have missed the train.
(Jika dia telah mandi cepat, dia tidak akan ketinggalan kereta.)


PRESENT PERFECT TENSE
( Bentuk sekarang sudah selesai )
A.    Penggunaan
  1. Untuk menyatakan suatu peristiwa yang dilakukan pada waktu lampau atau telah terjadi dan masih ada hubungannya dengan sekarang.
  2. Untuk menyatakan suatu peristiwa yang telah selesai terjadi, pada waktu yang tidak tertentu (indefinite time) sebelum waktu sekarang.
  3. Untuk menyatakan suatu peristiwa atau kejadian yang selesai pada waktu singkat ataupun baru saja terjadi.
B.     Keterangan waktu
  1. For ….
-          For several minutes
-          For (an hour, two hours ….)
-          For (a day, two days ….)
-          For (a week, two weeks ….)
-          For (a year, 2 years ….)
  1. Since
-          since 1 o’clock ….                  -    since last (week ….)
-          since … ago                            -    since last (month, year)
-          since a week ago                                 -    since (January ….)
-          since last (friday ….)
  1. already                                                            11.   at last
  2. yet (-)                                                  12.   before
  3. never                                                   13.   several times
  4. ever (?)                                                14.   once, twice, three times ….
  5. recently
  6. just
  7. lately
  8. finally
C. Jenis Kalimat Rumus Contoh Present Perfect Tense
positif
(+) S + aux. verb(have/has) + V-3/past participle
 negatif
(-) S + aux. verb(have/has) + not + V-3/past participle
interogatif
(?) aux. verb(have/has) + S + V-3/past participle

D. Contoh Kalimat Present Perfect Tense
·         I’ve read this book.
(Saya sudah membaca buku ini.)
·         She has called you three times.
(Dia sudah meneleponmu tiga kali.)
·         She has studied in French since April.
(Saya telah sekolah di Perancis sejak bulan April.)
·         My brother has worked already/lately/ up to now.
(Saudaraku sudah bekerja sampai sekarang.)
·         I’ve just sent you an email.
(Saya baru saja mengirimkan kamu email.)


PRESENT PERFECT CONTINUOUS TENSE
(Bentuk sekarang selesai sedang berlangsung)
A.    Penggunaan
  1. Untuk menyatakan suatu peristiwa atau perbuatan yang dimulai pada waktu lampau dan masih berlangsung sampai sekarang, bahkan mungkin sampai waktu yang akan datang.
  2. Untuk menyatakan suatu peristiwa atau perbuatan yang dilakukan pada waktu lampau secara berulang-ulang sampai sekarang.
B.     Keterangan waktu
  1. for …
-          menyatakan lamanya atau jangka waktu peristiwa (for + a duration time)
  1. since ….
-          menyatakan saat suatu perbuatan terjadi/mulai (since + a particular time).
  1. long
  2. all the day
  3. the whole day
C.    Jenis Kalimat Rumus Contoh Present Perfect Continuous Tense
positif
(+) S + aux. verb(have/has) + been + V1-ing/present participle
negatif
(-) S + aux. verb(have/has) + not + been + V1-ing/present participle
interogatif
(?) aux. verb(have/has) + S + been + V1-ing/present participle

D. Contoh Kalimat Present Perfect Continuous Tense
·         The construction labors is thirsty since they have been removing the scaffoldings.
(Pekerja konstruksi haus karena mereka telah memindahkan perancah.)
·         Mandy feels full as she’s been eating a half of the tart.
(Mandy kenyang karena dia telah  memakan separuh kue tart.)
·         I have been working with my computer all day, and now I want some delicious foods.
(Saya telah bekerja dengan komputer sepanjang hari, dan sekarang saya ingin beberapa makanan lezat.)
·         I’ve been driving a car through the rain for an hour.
(Saya telah sedang mengendarai mobil menembus hujan selama satu jam.)
·         The passangers have been waiting for the next flight since this morning.
(Para penumpang telah menunggu penerbangan berikutnya sejak pagi ini.)


PAST CONTINUOUS TENSE
(Bentuk lampau sedang berlangsung)
A.    Penggunaan
  1. Untuk menyatakan suatu peristiwa yang sedang berlangsung pada waktu lampau.
  2. Untuk menyatakan suatu peristiwa yang sedang berlangsung dimana ada peristiwa lain terjadi, pada waktu lampau.
  3. Untuk menerangkan peristiwa yang sedang terjadi, secara bersamaan dengan peristiwa lain di waktu lampau.
B.     Keterangan waktu
Keterangan waktu untuk Past Continuous Tense antara lain :
-          … when          :  ketika
-          while               :  sementara
-          … as                :  ketika
-          the whole day yesterday
-          all day yesterday
-          all (morning, night)
C.    Jenis Kalimat Rumus Contoh Past Continuous Tense
 positif
(+) S + be(was/were) + V1-ing/present participle
negatif
(-) S + be(was/were) + not + V1-ing/present participle
interogatif
(?) be(was/were) + S + V1-ing/present participle?

D. Contoh Kalimat Past Continuous Tense
·         I was doing physically exercises all day.
(Saya sedang melakukan latihan-latihan fisik sepanjang hari.)
·         They were roasting corn at this time last night.
(Mereka sedang membakar jagung pada jam ini kemarin malam.)
·         My neighbor was always chasing stray cats off with his broom.
(Tetangga saya selalu mengusir kucing-kucing liar dengan sapunya.)
·         She was sleeping when you called her.
(Dia sedang tidur ketika kamu meneleponnya.)
·         The door was knocked while I was studying.
(Pintu diketuk ketika saya sedang belajar.)


SIMPLE PAST TENSE / PAST TENSE
(Bentuk lampau sederhana)
A.    Penggunaan
  1. Untuk menyatakan peristiwa atau perbuatan yang terjadi pada waktu tertentu di masa lampau.
  2. Untuk menyatakan kejadian yang berulang-ulang atau yang telah menjadi kebiasaan di waktu lampau.
B.     Keterangan waktu
Adverb of time yang biasa digunakan dalam Simple Past Tense adalah :
  1. Yesterday ….
-          yesterday morning
-          yesterday afternoon
-          yesterday evening
-          yesterday night
  1. Last
-          last night                                 -    last century
-          last week                                 -    last monday          
-          last month                               -    last friday
-          last year                                   -    last January
-          last December
  1. The day before yesterday
  2. This morning
  3. …ago
-          a few minute ago                                -    three month ago
-          an hour ago                             -    a year ago
-          two days ago                          -    a century ago
-          a week ago
  1. Just now
  2. a moment ago

C.    Jenis Kalimat Rumus Simple Past Tense
positif
(+) S + Verb-2 (past tense)S + be(was/were)
negatif
(-) S + did + not + bare infinitiveS + be(was/were) + not
interogatif
(?) Did + S + bare infinitivebe(was/were) + S

D. Contoh Kalimat Simple Past Tense
·         Vina and I went to the Ragunan zoo three months ago.
(Saya dan Vina pergi Ragunan tiga bulan lalu.)
·         I studied civil engineering for almost 4 years.
(Saya belajar teknik sipil selama hampir 4 tahun.)
·         When I was a senior high school student, I always got up at 4 am to study.
(Ketika saya sma, saya selalu bangun jam 4 pagi untuk belajar.)
·         I was reading a journal in the library when someone burped out loud.
(Saya sedang membaca jurnal di perpustakaan ketika seseorang bersendawa keras.)
·         I would buy a sport car if I had much money.
(Saya akan membeli mobil sport jika punya uang banyak.)


PRESENT CONTINOUS TENSE
(Bentuk sekarang sedang berlangsung)
A.    Penggunaan
  1. Untuk menyatakan peristiwa suatu perbuatan yang sedang berlangsung atau sedang dikerjakan sekarang atau pada saat kita sedang bicara (at the time of speaking).
  2. Untuk menyatakan suatu perbuatan yang bersifat sementara
B.     Keterangan waktu
Keterangan waktu yang biasa digunakan :
-          now                                         -     look
-          at present                                -     today
-          at this moment                                    -     this (holiday, weekend, year, …)
-          still
C.    Jenis Kalimat Rumus Present Continuous
positif
(+) S + be(am/is/are) + V1-ing/pres. participle
negatif
(-) S + be(am/is/are) + not + V1-ing/pres. participle
interogatif
(?) be(am/is/are) + S + V1-ing/pres. participle?

D. Contoh kalimat Present Continuous
·         He’s learning English in order to be a great guide.
(Dia sedang mempelajari bahasa Inggris dengan tujuan menjadi pemandu wisata yang hebat.)
·         The maid is brushing the bathroom floor.
(Pembantu sedang menyikat lantai kamar mandi.)
·         You can’t call me this night. I’m going to my best friend’s wedding.
(Kamu tidak dapat menghubungi saya malam ini. Saya sedang pergi ke pernikahan sahabat saya.)
·         I’m spending my holiday on Kuta beach next month.
(Saya sedang menghabiskan liburan di pantai Kuta akhir bulan depan.)
·         I’m getting sick of you always asking the same questions.
(Saya mulai muak dengan kamu yang selalu menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sama.)



Sumber :

Sabtu, 17 Maret 2012

SUMMARY CHART OF MODAL AND SIMILAR EXPRESSIONS

Putri Wulandari
10208977

AUXILIARY
• Will
100% Certainty :
Sharp will expand production capacity for refrigerator and washing machines.

Willingness :
The new production facility will be built in karawang internasional industrial city.

• Can
Informal Permission :
Visitors can also buy get tickets to perth and Hong Kong for $275 and $250 respectively.

Ability / Possibility :
PHE – WMO can drill five production wells.

• Could
Suggestion :
The block that could potentially add to the company’s oil and gas production in the third quarter of this year.
Polite Request :
The two companies’ties could be continuosly improved.

• Would
Polite Request :
Honda would not only produce automobile in Indonesia to fulfill local demands.
Preference :
He added that HPM would not introduce any new models to support sales in Indonesia.

• Be To
Strong Expectation :
In 2012, our priority will be to develop the untilization of CBM to generate power.

• Should
90% Certainty :
Partnership should aim to improve services for customers and eventually win their trust.
Advisability :
The PPATK should examine the offcials.

• Be Able To
Ability :
I wanted to be able to show it off to my friends.


• May
Less Than 50% Certainty :
May have succeeded in saving the banks, it didn’t succeed in saving the economy.

Formal Permission
The implosion of the financial sector may not have been the underlying


• Must
95% Certainty
An average rate of close to zero means that everyone else must be in negative numbers.


Strong Necessity
We must fix the financial system.


• Might
Less Than 50% Certainty
Anything might have happened.




• Have To
Necessity
You have to remember two things

Lack Of Necessity
You don't have to go to college to be a success


• Be Going To
100% Certainty
Everything is going to be alright

Definite Plan
Yahoo is going to be laying off thousands of workers starting next work.


• Shall
Future
We shall lay a solid foundation and in the second




• Used To
Repeated Action In The Past
Coloradans is being used to woo new businesses to the state


• Ought To
Advisability
Wefirst look at four reasons why government spending ought to be constrained

90% Certainty
In the next series of blogs we will turn to what government ought to do


• Be Supposed To
Expactation
How exactly is increased government spending supposed to stimulate the economy

Jumat, 16 Maret 2012

IF CLAUSE

Type I
Form Type I.

if-clause + main clause
If / Unless / If .......not + future I
+ present tense + shall / will / can / may / might + verb
If I learn my vocabulary, I'll get a good mark
or the other way round:
main clause + if-clause
shall / will / can / may / might + verb + present tense simple present
I'll get a good mark. if I learn my vocabulary

Function open condition:
Probable action/result in the future according to a real condition
You'll catch the train if you leave before ten.
Curriculum Lehrplan:
• Type I and II in form 7 and 8
• if vs. when
Lehrbuch:
• previously done:
• future I
• present tense
Difficulties 1. form:
• if - plays, - main clause -future I
• if - unless
2. function
• open conditions
• What's condition - what's consequence?
3. interlingual interferences
• No future tense in if-clauses
• if vs. when
• unless
4. other difficulties
• position of the if-clause
Situations • operating instructions
• making appointments
• warnings or possible rewards
• suggestions
Type II
Form Type II:
if-clause
+ main clause
If / Unless / If .......not past tense, + conditional I:+ should / would / could / 'd / might + verb
If I learnt my vocabulary, I'd get a good mark.
or the other way round:
main clause + if-clause
I'd get a good mark if I learnt my vocabulary
If-clauses in front position are more emphatic.
If-clauses in front position get a comma.
Function Hypothetical statements
• Possible action/result according to a less probable condition in the future

We'd have enough money for a new car if you found a good job.
• Fantasized result or action according to an unreal (untrue) condition in the present

We'd buy a Rolls Royce if we were rich.
Curriculum Lehrplan:
• Type II in form 7 or 8
• if I were you,
Lehrbuch:
• previously done:
• past tense
• if-clause type I
Difficulties 1. form:
• if - played, - conditional I
• if - unless
2. function
• Possible action/result according to a less probable condition in the future
• Fantasized result or action according to an unreal (untrue) condition in the present: "virtual reality"
• no time indicated by past tense = today or tomorrow
3. interlingual interferences
• No conditional tense in if-clauses
• if vs. when
• unless
4. other difficulties
• 'were' instead of 'was' (rest of old conjunctive)
• position of the if-clause
Situations • dreams and nightmares
• mock examinations: testing a person
• exaggerated timidity (But if the bridge fell down....)
• reproaches
Type III
Form Type III:
if-clause
+ main clause
If / Unless / If .......not + past perfect, + conditional II
If I had + -ed or 3rd form, + should / would/ could / might + have + verb+ed or 3rd form
If I had learnt my vocabulary, I would have got a good mark.
or the other way round: .
main clause + if-clause
should / would/ could / might + have + verb -ed or 3rd form if I had + -ed or 3rd form
I would have got a good mark if I had learnt my vocabulary

Function If- clause: unreal condition: the condition can't be fulfilled any longer, because it should have happened in the past, but didn't.
main clause: the consequence can't take place any more, because the condition couldn't be fulfilled.
If I had learnt more (but I didn't learn=unreal condition), I would have got a better mark. (So I didn't get a better mark= impossible consequence)
or the other way round:
I would have got a better mark (So I didn't get a better mark= impossible consequence) if I had learnt more (but I didn't learn=unreal condition)
Curriculum Lehrplan:
form 9 + 10 (repetition)
Lehrbuch:
Type I and II in form 7 and 8
if vs. when
Difficulties 1. interlingual interferences
No conditional tense in if-clauses
if vs. when
unless
2. other difficulties
position of the if-clause
Situations • dreams and nightmares about the past
• castles in the air in the past
• reproaches
• self-blaming






























DAFTAR PUSTAKA

http://www.kfmaas.de/gram_if.html

Sabtu, 17 Desember 2011

PANDANGAN ETIKA TERHADAP PRAKTEK BISNIS

Etika bisnis (juga etika perusahaan) adalah bentuk etika terapan atau etika profesi yang meneliti prinsip etika dan masalah moral atau etika yang timbul dalam lingkungan bisnis. Ini berlaku untuk semua aspek perilaku bisnis dan relevan dengan perilaku individu dan organisasi secara keseluruhan.
Etika bisnis telah baik normatif dan dimensi deskriptif. Sebagai praktik perusahaan dan spesialisasi karir, bidang ini terutama normatif. Akademisi mencoba untuk memahami perilaku bisnis menggunakan metode deskriptif. Kisaran dan kuantitas masalah bisnis etika mencerminkan interaksi perilaku memaksimalkan keuntungan dengan non-ekonomi. Bunga dalam etika bisnis dipercepat secara dramatis selama tahun 1980-an dan 1990-an, baik di dalam perusahaan besar dan dalam akademisi. Sebagai contoh, hari ini perusahaan paling utama mempromosikan komitmen mereka untuk nilai-nilai non-ekonomi di bawah judul seperti kode etik dan piagam tanggung jawab sosial. Adam Smith mengatakan, "Orang-orang dari perdagangan yang sama jarang bertemu, bahkan untuk kegembiraan dan penyelewengan, namun percakapan berakhir dalam konspirasi melawan publik, atau dalam penemuan beberapa untuk menaikkan harga." Pemerintah menggunakan hukum dan peraturan untuk titik bisnis perilaku dalam apa yang mereka anggap sebagai arah menguntungkan. Etika secara implisit mengatur bidang dan rincian dari perilaku yang berada di luar kontrol pemerintah. Munculnya perusahaan-perusahaan besar dengan hubungan terbatas dan kepekaan terhadap masyarakat di mana mereka beroperasi mempercepat pengembangan rezim etika formal
BERBISNIS DENGAN ETIKA
 Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum. Tetapi harus diingat dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi batasan bagi aktivitas bisnis yang dijalankan.
 Etika bisnis sangat penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya. Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
 Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok, pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain.
Masalah etika dalam bisnis
1. Suap (Bribery),
2. Paksaan (Coercion),
3. Penipuan (Deception),
4. Pencurian (Theft),
Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination)
Penipuan (Deception),
Adalah tindakan memperdaya, menyesatkan yang disengaja dengan mengucapkan atau melakukan kebohongan
Kasus General Motors 1993
 Menempatkan tangki bahan bakar dlm posisi berbahaya untk menghemat biaya. (Kasus Patricia)
 Tangki diletakkan di belakang as roda dgn jarak 11 inci. (standar 17 inci)
 Dengan posisi tangki seperti ini, perusahaan menghemat $6,19 / mobil.
 Setiap kebakaran bahan bakar membebani mobil $2,4.
 Biaya untuk meletakkan tangki pd posisi yang standar $ 8,59.
 6 tuntutan thn 1960, 25 pd thn 1972.
Pengaruh Bisnis terhadap Etika
 Dari kasus-kasus yang disebutkan sebelumnya, bagaimana perusahaan bersedia melakukan apa saja demi laba.
 Dalam bisnis, satu-satunya etika yang diperlukan hanya sikap baik dan sopan kepada pemegang saham.
 Kepentingan utama bisnis adalah menghasilkan keuntungan maksimal bagi shareholders.
 Fokus itu membuat perusahaan yang berpikiran pendek dengan segala cara berupaya melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan keuntungan.
 Kompetisi semakin ketat dan konsumen yang kian rewel sering menjadi faktor pemicu perusahaan mengabaikan etika dalam berbisnis.

Rabu, 02 November 2011

ETIKA BISNIS / Putri Wulandari / 10208977

Dalam melakukan setiap usaha / bisnis harusnya didasari dengan etika dalam melakukan segala keitannya. Adapun etika kita dalam melakukan bisnis yang disebut juga etika bisnis. Dalam pengaplikasiannya kedalam kegitan bisnis diperlakukan batasan – batasan dalam melakukan kegitan bisnis, dapat kita ambil contoh dalam kegitan marketing ( pemasaran ). Perusahaan yang melakukan kegitan marketing dan mengiklankan produknya juga menggunakan etika bisnis, misalnya saja dengan tidak saling menjatuhkan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain ( biasanya perusahaan yang memproduksi suatu barang atau jasa yang sama ). Persaingan antara perusahaan sangat sering sekali terjadi bahkan dapat dikatakan persaingan akan selalu ada selama adanya kegitan bisnis. Tetapi tidak boleh saling mejatuhkan, persaingan memang harus ada itu juga untuk memacu perusahaan agar lebih berinovasi dengan produknya. Tetapi persaingan juga harus dilakukan secara sehat dan tidak boleh saling menjatuhkan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. Banyak cara yang dapat digunakan agar produk yang ditawarkan lebih menarik salah satunya dengan cara melakukan promosi produk, dapat dilakukan dengan cara mengadakan launching produk atau dengan cara lain, misalnya saja melakukan promosi produk dengan pemberian barang beli satu gratis satu atau yang biasa disebut dengan BUY ONE GET ONE FREE. Persaingan boleh saja terjadi, asalkan tidak saling merugikan dan menjatuhkan. Maka perlu adanya etika bisnis.

Selasa, 11 Oktober 2011

Makna Pokok Dari Etika Bisnis / Putri Wulandari/ 10208977

1.) Jelasakan makna pokok dari etika bisnis
Pengertian etika harus dibedakan dengan etiket. Etiket berasal dari bahasa Prancis etiquette yang berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama menusia. Sementara itu etika, berasal dari bahasa Latin, berarti falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, susila, dan agama.
Berikut ini beberapa pendapat para ahli tentang etika:
“Etika merupakan bagian dari filsafat. Sebagai ilmu, etika mencari keterangan (benar) yang sedalam-dalamnya. Sebagai tugas tertentu bagi etika, ia mencari ukuran baik-buruk bagi tingkah laku manusia . . .memang apa yang tertemukan oleh etika mungkin menjadi pedoman seseorang, tetapi tujuan etika bukanlah untuk memberi pedoman, melainkan untuk tahu.”(Prof. Ir. Poedjawiyatna, Etika, Filsafat Tingkah Laku)
“Etika bukan suatu sumber tambahan bagi ajaran moral melainkan merupakan filsafat atau pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan padangan-pandangan moral “(Franz Magnis Suseno)
“Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujud dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok.” (A. Sonny Keraf)
“Etika adalah ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Etika disebut pula akhlak dan disebut pula moral.” (Drs.Sudarsono)
Menurut K. Bertens, ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam mempelajari etika bisnis, yaitu :
1. Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya demensi etis dalam bisnis.
Menanamkan, jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada, meningkatkan bila kesadaran itu sudah
ada, tapi masih lemah dan ragu.
Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan
segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius.
2. Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis, serta membantu
pebisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat.
Dalam etika sebagai ilmu, bukan Baja penting adanya norma-norma moral, tidak kalah penting adalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis.
3. Membantu pebisnis/calon pebisnis, untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya
(kelak).
Hal ketiga ini memunculkan pertanyaan, apakah studi etika ini menjamin seseorang akan menjadi etis juga? Jawabnya, sekurang-kurangnya meliputi dua sisi berikut, yaitu disatu pihak, harus dikatakan : etika mengikat tetapi tidak memaksa. Disisi lain, studi dan pengajaran tentang etika bisnis boleh diharapkan juga mempunyai dampak atas tingkah laku pebisnis. Bila studi etika telah membuka mata, konsekuensi logisnya adalah pebisnis bertingkah laku menurut yang diakui sebagai hal yang benar.
Dengan membaca pendapat-pendapat di atas, kita mengetahui bahwa ada banyak pengertian tentang etika. Yang penting bagi pelaku bisnis adalah bagaimana menempatkan etika pada kedudukan yang pantas dalam kegiatan bisnis. Tugas pelaku bisnis adalah berorientasi pada norma-norma moral. Dalam melaksanakan pekerjaannya sehari-hari dia berusaha selalu berada dalam kerangka ‘etis’, yaitu tidak merugikan siapa pun secara moral.
Tolok ukur dalam etika bisnis adalah standar moral. Seorang pengusaha yang beretika selalu mempertimbangkan standar moral dalam mengambil keputusan: apakah keputusanku ini dinilai baik atau buruk oleh masyarakat? Apakah keputusanku berdampak baik atau buruk kepada orang lain? Apakah keputusanku ini melanggar hukum atau tidak?
Ada dua prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan dimensi etis dalam pengambilan keputusan yaitu :
1. Prinsip Konsequentialis: Konsep etika ini berfokus pada konsekuensi dari pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang. Ini artinya, penilaian apakah sebuah keputusan dapat dikatakan etis atau tidak, itu tergantung pada konsekuensi (dampak) dari keputusan tersebut. Misalnya, keputusan mengalirkan lumpur panas ke laut. Penilaian etis atas keputusan ini diukur dari dampaknya terhadap kerusakan lingkungan dan kerugian masyarakat.
2. Prinsip Non-Konsekuentialis: Konsep etika ini mendasarkan penilaian pada rangkaian peraturan yang digunakan sebagai petunjuk/panduan pengambilan keputusan. Penilaian etis lebih didasarkan pada alasan, bukan pada akibatnya. Ada dua prinsip utama di dalam konsep ini, yaitu:
Prinsip Hak: Menjamin hak asasi manusia. Hak ini berhubungan dengan kewajiban untuk tidak saling melanggar hak orang lain.
Prinsip Keadilan: Keadilan biasanya terkait dengan isu hak, kejujuran,dan kesamaan. Prinsip keadilan dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu :
(1). Keadilan distributif. Keadilan yang sifatnya menyeimbangkan alokasi benefit dan beban antar anggota kelompok. Benefit terdiri dari pendapatan, pekerjaan, kesejahteraan, pendidikan dan waktu luang. Beban terdiri dari tugas kerja, pajak dan kewajiban sosial.
(2). Keadilan retributif. Keadilan yang terkait dengan retribution (ganti rugi) dan hukuman atas kesalahan tindakan. Seseorang harus bertanggungjawab atas dampak negatif atas tindakan yang dilakukannya (kecuali jika tindakan tersebut dilakukan atas paksaan pihak lain.)
(3). Keadilan kompensatoris. Keadilan yang terkait dengan kompensasi bagi pihak yang dirugikan. Kompensasi yang diterima dapat berupa perlakuan medis, pelayanan dan barang penebus kerugian. Masalah terjadi apabila kompensasi tidak dapat menebus kerugian, misalnya kehilangan nyawa manusia.


2.) Jelaskan manfaat dari perusahaan yang menerapkan etika bisnis

Kode Etik (Patrick Murphy) atau kadang-kadang disebut code of conduct atau code of ethical conduct ini, menyangkut kebijakan etis perusahaan berhubungan dengan kesulitan yang bisa timbul (mungkin pernah timbul dimasa lalu), seperti konflik kepentingan, hubungan dengan pesaing dan pemasok, menerima hadiah, sumbangan dan sebagainya.
Latar belakang pembuatan Kode Etik adalah sebagai cara ampuh untuk melembagakan etika dalam struktur dan kegiatan perusahaan. Bila Perusahaan memiliki Kode Etik sendiri, is mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memilikinya.
Manfaat Kode Etik Perusahaan :

1. Kode Etik dapat meningkatkan kredibilitas suatu perusahaan, karena etika telah dijadikan sebagai
corporate culture. Hal ini terutama penting bagi perusahaan besar yang karyawannya tidak semuanya saling mengenal satu sama lainnya. Dengan adanya kode etik, secara intern semua karyawan terikat dengan standard etis yang sama, sehingga akan mefigambil kebijakan/keputusan yang sama terhadap kasus sejenis yang timbul.

2. Kode Etik, dapat membantu menghilangkan grey area (kawasan kelabu) dibidang etika. (penerimaan
komisi, penggunaan tenaga kerja anak, kewajiban perusahaan dalam melindungi lingkungan hidup).

3. Kode etik menjelaskan bagaimana perusahaan menilai tanggung jawab sosialnya.

4. Kode Etik, menyediakan bagi perusahaan dan dunia bisnis pada umumnya, kemungkinan untuk mengatur diri sendiri (self regulation).

PRINSIP PENERAPAN ETIKA BISNIS
Berikut ini adalah 10 Prinsip di dalam menerapkan Etika Bisnis yang positif:
Etika Bisnis itu dibangun berdasarkan etika pribadi: Tidak ada perbedaan yang tegas antara etika bisnis dengan etika pribadi. Kita dapat merumuskan etika bisnis berdasarkan moralitas dan nilai-nilai yang kita yakini sebagai kebenaran.
Etika Bisnis itu berdasarkan pada fairness. Apakah kedua pihak yang melakukan negosiasi telah bertindak dengan jujur? Apakah setiap konsumen diperlakukan dengan adil? Apakah setiap karyawan diberi kesempatan yang sama? Jika ya, maka etika bisnis telah diterapkan.
Etika Bisnis itu membutuhkan integritas. Integritas merujuk pada keutuhan pribadi, kepercayaan dan konsistensi. Bisnis yang etis memperlakukan orang dengan hormat, jujur dan berintegritas. Mereka menepati janji dan melaksanakan komitmen.
Etika Bisnis itu membutuhkan kejujuran. Bukan jamannya lagi bagi perusahaan untuk mengelabuhi pihak lain dan menyembunyika cacat produk. Jaman sekarang adalah era kejujuran. Pengusaha harus jujur mengakui keterbatasan yang dimiliki oleh produknya.
Etika Bisnis itu harus dapat dipercayai. Jika perusahaan Anda terbilang baru, sedang tergoncang atau mengalami kerugian, maka secara etis Anda harus mengatakan dengan terbuka kepada klien atau stake-holder Anda.
Etika Bisnis itu membutuhkan perencanaan bisnis. Sebuah perusahaan yang beretika dibangun di atas realitas sekarang, visi atas masa depan dan perannya di dalam lingkungan. Etika bisnis tidak hidup di dalam ruang hampa. Semakin jelas rencana sebuah perusahaan tentang pertumbuhan, stabilitas, keuntungan dan pelayanan, maka semakin kuat komitmen perusahaan tersebut terhadap praktik bisnis.
Etika Bisnis itu diterapkan secara internal dan eksternal. Bisnis yang beretika memperlakukan setiap konsumen dan karyawannya dengan bermartabat dan adil. Etika juga diterapkan di dalam ruang rapat direksi, ruang negosiasi, di dalam menepati janji, dalam memenuhi kewajiban terhadap karyawan, buruh, pemasok, pemodal dll. Singkatnya, ruang lingkup etika bisnis itu universal.
Etika Bisnis itu membutuhkan keuntungan. Bisnis yang beretika adalah bisnis yang dikelola dengan baik, memiliki sistem kendali internal dan bertumbuh. Etika adalah berkenaan dengan bagaimana kita hidup pada saat ini dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Bisnis yang tidak punya rencana untuk menghasilkan keuntungan bukanlah perusahaan yang beretika.
Etika Bisnis itu berdasarkan nilai. Perusahaan yang beretika harus merumuskan standar nilai secara tertulis. Rumusan ini bersifat spesifik, tetapi berlaku secara umum. Etika menyangkut norma, nilai dan harapan yang ideal. Meski begitu, perumusannya harus jelas dan dapat dilaksanakan dalam pekerjaan sehari-hari.
Etika Bisnis itu dimulai dari pimpinan. Ada pepatah, “Pembusukan ikan dimulai dari kepalanya.” Kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap corak lembaga. Perilaku seorang pemimpin yang beretika akan menjadi teladan bagi anak buahnya.
Di dalam persaingan dunia usaha yang sangat ketat ini, etika bisnis merupakan sebuah harga yang tidak dapat ditawar lagi. Seorang konsumen yang tidak puas, rata-rata akan mengeluh kepada 16 orang di sekitarnya. Dalam zaman informasi seperti ini, baik-buruknya sebuah dunia usaha dapat tersebar dengan cepat dan massif. Memperlakukan karyawan, konsumen, pemasok, pemodal dan masyarakat umum secara etis, adil dan jujur adalah satu-satunya cara supaya kita dapat bertahan di dalam dunia bisnis sekarang.
• Tanggung-jawab sosial dimana bisnis diharapkan memberikan arti bagi komunitas pada umumnya, khususnya ditempat bisnis berada atau memiliki kepentingan. Misalnya tumpahan minyak Exxon Mobil. Sudah menjadi tanggung-jawab bisnis untuk melindungi kepentingan orang banyak, hewan dan lingkungan dimana sumber digunakan. Karena penanganan isu yang tidak tepat, maka hubungan masyarakat menjadi mimpi buruk perusahaan. Saat ini Exxon telah diperintahkan untuk membersihkan area yang semestinya dijaga dari kerusakan. Ketidakpedulian etika bisnis dalam kasus ini, akan mengakibatkan citra negatif perusahaan di masyarakat dan tuntutan hukum.

• Isu terkait tanggung-jawab perusahaan dengan pemegang saham. Ini adalah area dengan regulasi yang ketat namun memerlukan campur tangan pemerintah, dikarenakan praktek tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan di masa lalu. Konsep meningkatkan nilai pemegang saham adalah bagian dari prinsip dasar perusahaan dan jika etika bisnis tidak digunakan, bisnis akan runtuh karena tekanan dari pemegang saham.

• Negosiasi dan kerjasama antar perusahaan. Seringkali rival dalam bisnis memburuk karena jumlah uang dan ego yang mengendalikan mereka. Pengambilalihan yang kasar dan spionase bisnis adalah beberapa contoh perilaku tidak etis dalam dunia bisnis. Jika ditemukan, perilaku ini dapat dikenakan hukuman oleh hukum atau opini publik . Agar permainan adil dan menjaga minat konsumen, pemerintah mengatur kerjasama yang dilakukan oelh perusahaan. Microsoft menjadi target penyalahgunaan dan kemarahan karena teknik monopoli bisnisnya. Meskipun hal tersebut tidak menenggelamkan raksasa IT, banyak yang mengatakan, akan menghadapi tekanan jangka panjang. Pemerintah juga sudah turun tanggan untuk memastikan bisnis lainnya dan konsumen tidak dirugikan.

• Perlindungan pemegang saham. Setiap usaha memiliki pemegang saham disamping pemiliknya - karyawan dan publik. Bisnis harus memastikan hak dan kepentingan kelompok in dilindungi dengan baik. Keributan dan kondisi kerja karyawan yang buruk di Wal-Mart mengakibatkan pandangan negatif pada departmen store besar tersebut. Ini mengakibatkan kompetisi dan rival memiliki peluang untuk mengambil alih saat perusahaan sedang sibuk mengendalikan kerusakan.

• Dasar praktek bisnis sebuah perusahaan. Kontrak dibawah tangan, penggunaan produk yang tidak standar, menyebarnya informasi produk yang salah, memperkerjakan karyawan ilegal dengan upah dibawah minimum, dsb menunjukkan perusahaan dijalankan dengan tidak etis dan bukan tempat kerja atau penyedia jasa yang bermutu.

Beberapa cara yang telah dilakukan oleh perusahan-perusahan yang cukup ternama antara lain adalah :
a. Pengubahan struktur organisasi.
Bentuk organisasi tradisional yang piramid tampaknya sudah bukan zamannya lagi. Dalam perusahaan AT&T, cara baru pengorganisasian ditekankan pada team yang bekerja antar fungsi melalui komunikasi antar departemen. Mereka mulai tidak menekankan pada rantai komando yang terlampau ketat dalam mengambil keputusan. Di GE, Jack Welch menerapkan “boundaryless organization”, di mana pegawai tidakmengidentifikasi dirinya dengan satu departemen yang terpisah, melainkan harus berinteraksi dengan siapa saja dalam menyelesaikan pekerjaannya.

b. Pemberdayaan Pegawai.
Berbagai pakar beranggapan bahwa organisasi masa kini harus meletakan pelanggan di atas segalanya, dan menekankan bahwa setiap gerak yang dilakukan perusahaan harus mengarah pada pemuasan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu perusahaan harus memberdayakan pegawai, khususnya yang berada di garis depan.

c. Organisasi yang datar makin menjadi norma umum.
Sebagai pengganti organisasi piramid yang terdiri atas 7, 10, atau lebih lapisan manajerial, disusun organisasi yang cenderung datar dengan lapisan manajerial sekitar 3 atau empat lapis saja.

d. Kerja semakin dirancang dalam bentuk “teams”, ketimbang terspe-
sialisasi dalam satu fungsi saja.
Di pabrik seorang pekerja tidak hanya melakukan satu jenis pekerjaan secara berulang-ulang. Dia lebih merupakan bagian dari tim kerja yang multifungsi.

e. Landasan kekuatan perusahaan berubah.
Dalam organisasi ekonomi global, posisi, jabatan, dan kewenangan, bukan lagi menjadi alat yang memadai bagi manajer untuk bisa menyelesaikan pekerjaan. Sebagai penggantinya adalah “gagasan-gagasan yang baik”

f. Manajer masa kini harus mampu membangun komitmen.
Membangun organisasi yang lebih baik, lebih besar, lebih kompetitif, artinya mendatangkan pegawai-pegawai yang mempunyai komitmen dan mampu mengendalikan diri.

g. Orientasi pada “human-capital”
Manusia sebagai unsur penentu keberhasilan organisasi senantiasa harus menjadi pokok perhatian utama. Mulai dari manajer tingkat teratas sampai dengan pegawai tingkat terbawah harus berkualitas, akhli. “Pecundang dalam globalisasi adalah mereka yang tidak meningkatkan keakhlian mereka. Mereka akan semakin hancur”. Demikian kata Hemmer.