Jumat, 11 Maret 2011

MASA DEPAN INDONESIA TANPA KORUPSI ( BI 2 SPFTSKILL 2011 )

Bangsa Indonesia sudah terkenal di negara negara lain sebagai bangsa yang tingkat pencemaran atau polusi tertinggi nomer 3 didunia. Selain tingkat pencemaran atau polusinya Indonesia juga terkenal sebangai negara yang tingkat korupsi tinggi juga didunia. Bangsa Indonesia sudah cukup dinilai negative oleh bangsa bangsa lain didunia.

Di negara ini tingkat korupsi sudah akut sekali sangat susah diberantas bukannya sulit diberantas tetapi sulit sekali. Pemerintahan yang kurang tegas itu salah satu yang memperkuat alasan mengapa korupsi sangat sulit diberantas dinegara ini.

Kita dapat ambil contoh yang sedang ramai dibicarakan saat ini. Contohnya kasus korupsi yang dilakukan oleh gayus. Dia sedang manjalain masa tahanan tetapi masih bisa untuk pergi ke bali bahkan sampai ke luar negeri. Itu cukup menjelaskan bahwa hukum di negara kita kurang tegas. Hukum hanya berlaku untuk yang tidak memiliki uang sadangkan yang memiliki uang hukum dinegara kita kurang berlaku.


Andaikan saja dibangsa ini tidak ada yang namanya korupsi. Saya yakin sekali bangsa kita ini dapat menjadi bangsa yang besar bahkan bisa saja mengalahkan bangsa bangsa besar. Kita memiliki kekayaan alam yang sangat besar. Mulai dari kekayaan tambang, kekayaan laut, kekayaan tanah dan mineral, kekayaan flora dan fauna, yamg tentu saja tidak dimiliki oleh negara lain.

Sumber daya alam yang besar tidak didukung oleh sumber daya manusianya. Moral yang lemah yang serah ingin mendapat bangian yang lebih banyak lagi itu lah yang menyebakan negara ini menjadi bangsa yang dipandang sebelah mata dan diragukan oleh negara lain.

Sistem yang mudah dan dipersulit yang ujung ujungnya lari ke uang agar dipermudah itu lah penyebab bangsa kita menjadi bangsa yang tida maju maju. Seandainya bangsa kita ini tidak ada korupsi dan adanya keterbuka antara pemerintah dengan rakyat. Saya sangat yakin bangsa kita dapat menjadi bangsa yang besar didunia ini.

TOPIK PI KU ( BI 2 SOFTSKILL 2011 )

Saya Putri Wulandari saya akan mengambil topik PI tentang pemasaran. Saya mengambil topik tentang pemasaran dikarenakan saya menyenangi pesaran. Karena dipesaran kita dapat meneliti tentang keadaan pasar. Bagaimana kita meneliti tentang pesaing kita meneliti tentang keinginan konsumen tentang barang yang kita pasarkan. Dan dari situ kita juga dapat meneliti tentang kepuasan konsumen.

Selain itu pemasaran juga berkaitan kemana barang yang sudah diproduksi didistribusikan sehingga dapat sampai mengena kekonsumen. Faktor tempat juga mempengaruhi pemasaran dan ujung ujungnya tidak terlepas dari kesuksesan suatu perusahan.

Selain itu pemasaran juga dapat dilakukan melalui iklan di media cetak dan media elektronik. Iklan yang bagus juga dapat menarik kosumen untuk membeli produk yang kita jual mulai dari kemasan dan keunggulan yang kita tinjolkan dari produk yang kita jual.

Oleh karena itu saya memilih tema tentang pemasaran. Saya kira cukup sampai sini saja penjelasan saya, mengapa saya mengambil tema tentang pemasaran

DAMPAK EKONOMI DARI KEMACETAN ( BI 2 SOFTSKILL 2011 )

Negara kita sangat dikenal dengan bangsa yang mempunyai tingkat kemacetan terparah didunia. Kurangnya perhatian dari pemerintah mengenai sistem transportasi yang baik itu menjadi salah penyebab tingkat kemacetan dinegara kita terutama di kota kota besar seperti di jakarata. Pertumbuhan mobil setiap tahun dan daya beli terhadap pembelian yang tinggi ditambah sistem transportasi yang buruk adalah fator utama penyebab terjadinya kemacetan dinegara kita.
Berbagai dampak dari kemacetan itu pun satu persatu mulai tampak. Pada umumnya kasus kemacetan sangat lah merugikan untuk semua pihak. Banyaknya nilai dampak negatif yang ditimbulkan karena adanya kemacetan. Banyak sekali yang kerugian yang ditimbulkan oleh kemacetan tersebut.
Salah satunya dapat diambil contohnya dari kemacetan tersebut adalah pada waktu saya masih bersekolah di sekolah menengah akhir ( SMA ) akibat saya terkena macet, saya tidak diijinkan mengikuti pelajaran. Itu adalah salah satu dampak buruk yang diakibatkan dari kemacetan. Itu adalah contoh kecil dari dampak kemacetan. Mungkin saja diluar sana ada dampak yang lebih buruk yang ditimbulkan oleh kemacetan. Mungkin saja ada pengusahan yang gagal mendapatkan tender besar dikarenakan terkena macet dan tender tersebut diambi alih oleh pesaingnya sendiri. Itu tidak hanya merugikan perusahan tersebut, mungkin secara tidak langsung itu juga dapat merugikan negara. Kenapa saya dapat berbicara seperti itu. Kalau saja pesaing tersebut berasal dari negara lain itu sangat jelas dapat merugikan negara. Yang seharusanya perusahan dalam negeri yang mendapatkan pendapat tersebut dan dapat menaikkan pendapat perusahaan tersebut. Secara perhitungannya adalah apabila suatu perusahan mengalami lah yang tadi saya katakan bahwa secara tidak langsung negara juga mengalami kerugian.
Kemacetan yang tinggi juga dapat berefek pada pencemaran polusi udara. Dikarenakan pembuangan asap kendaraan dan juga pengunaan ac pada kendaraan beroda empat. Karena apabila macet akan menyebabkan udara panas dan akibatnya penguna kendaraan broda empat akan mengunakan ac dan ujung ujungnya akan menyebabkan menipisnya lapisan ozon dan akibatnya sinar uv dari matahari langsung menembus ke bumi dan itu akan berakibat langsung berdampak ke manusianya tersebut.
Jika uraiankan secara lebih lanjut masih banyak lagi dampak negatif dari kemacetan itu sendiri. Selain itu juga ada tindakan kriminalitas dari kemacetan itu sendiri misalnya saja penodongan atau penjambretan
Tidak adil juga rasa jika kita hanya membicarakan hal – hal yang negatif saja. Segala dampak juga mengandung sisi positifnya juga tidah hanya negatifnya saja. Kita juga dapat mengambil hikmah dari kemacetan atau juga dapat dibilang sisi positif.
Salah satu sisi positif yang dapat diambil dari kecetan itu sendiri adalah adanya pedagang yag berdagang keliling dikala macet yang menjajakan barang dagangannya yang menawarkan barang dagangannya dari orang ke orang dikala macet. Itu juga dapat mempengaruhi disektor kecil. Meskipun dampak negatif yang ditimbulkan lebih besar dibandingkan dari dampak positifnya.
Oleh karena itu disini saya tidak hanya membahas dari sisi negatifnya saja yang dapat mempengaruhi keadaan ekonomi disuatu negara. Pada dasarnya memang kemacetan juga dapat dikatakan sebagai penyakit suatu negara selain penyakit infalsi yang harus diobati. Apabila tidak diobati masalah ini akan menjadi masalah yang serius. Dan jika seseorang terkena suatu penyakit yang berbahaya dan bahkan dapat merugikan orang lain maka orang lain tidak ada yang ingin berdakatan dengan kita. Sama halnya dengan negara jika terus mengalami penyakit kemacetan. Maka tidak akan ada negara lain yang ingin berdekatan dengan negara kita “dalam hal ini menanamkan sahamnya. Para investor yang sudah menanamkan sahamnya di Indonesia bukan hal yang mutahil jika para investor akan menarik modalnya kembali.

Selasa, 21 Desember 2010

Model Segmentasi, Targeting dan Positioning

Nama : Putri Wulandari
Kelas : 3EA04
Npm : 10208977


Segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang homogen, dimana tiap kelompok (bagian) dapat dpilih sebagai pasar yang dituju (ditargetkan) untuk pemasaran suatu produk. Agar segmentasi pasar atau pengelompokkan pasar dapat berjalan dengan efektif maka harus memenuhi syarat-syarat pengelompokkan pasar sebagai berikut :
1. Measurability, yaitu ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu pembeli harus dapat diukur atau dapat didekati.
2. Accessibility, yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dapat secara efektif memusatkan (mengarahkan) usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya.
Perusahaan menawarkan produk unggulannya kepada masyarakat luas. Akan tetapi, untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal perusahaan harus memilih pasar apa yang ingin mereka layani.

A market consist of large indentifiable froup within a market, with similar wants, purchasing power, geographical location, buying attitudes, or buying habbits. Once the firm has identified its market segment opportunities, is is ready to initiate market targeting. Here, marketers ecaluate each segment to determint how many and which ones to target and enter .

Segmenting adalah proses mengelompokkan pasar bedasarkan kategori-kategori tertentu. By segmenting your market you can better match supply and demand . Segmenting dilakukan berdasarkan geografi, demografi, tingkat pendapatan, psychographic, tingkah laku, stats pemakai, tingkatan konsumen, dan status kesetiaan pelanggan.
Targeting adalah proses mengevaluasi setiap daya tarik segmen kemudian memilih satu atau lebih karakteristik untuk dilayani. Dalam proses ini perusahaan mempertimbangkan apakah akan memilih segemen massal, beberapa segmen, segmen kecil, dan segmen sangat kecil. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih segmen yaitu sumber daya perusahaan, variasi produk perusahaan, product life cycle stage, variasi pasar dan strategi pesai.

Setelah memilih segmen pasar, langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah melakukan positioning. Positioning is how marketers influence customer’s perceptions of a product on service . Tujuan positioning yang bisa dipilih oleh perusahaan , yaitu memperkuat dan memperluas posisi perusahaan yang sekarang, membuat posisi baru yang belum dibuat oleh perusahaan lain, melakukan reposisi dalam persaingan, dan menciptakan eksklusifitas.

Sumber :

http://id.shvoong.com/business-management/marketing/1911824-teori-segmenting-targeting-dan-positioning/

http://id.shvoong.com/business-management/marketing/2041157-pengertian-segmentasi-pasar/

Produk Positioning

Nama : Putri Wulandari
Kelas : 3EA04
Npm : 10208977


Positioning merupakan suatu proses atau upaya untuk menempatkan suatu produk, brand, perusahaan, atau individu dalam alam pikiran konsumen. Usaha ini merupakan langkah penting untuk merebut perhatian pasar karena situasi masyarakat di pasar sudah over communicated.
Untuk berhasil dalam masyarakat yang sudah jenuh dengan berbagai merk produk serta sudah demikian banyaknya aneka ragam periklanan, kita harus menciptakan posisi dalam pikiran atau benak konsumen. Posisi di sini tidak hanya mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan perusahaan sendiri, melainkan juga para pesaingnya. Kita harus menjadi yang pertama masuk dalam benak pikiran konsumen.
Sebagai gambaran, Ries dan Trout (dalam Madjadikara, 2004: 61) menggambarkan positioning dalam konteks sejarah penemuan Amerika. Christopher Columbuslah yang sebenarnya pertama kali menemukan benua Amerika Serikat. Namun, dia lebih sibuk mencari emas daripada berbicara atau memposisikan benua tersebut dalam pikiran masyarakat. Lain halnya dengan Amerigo Vespucci, ia menemukan benua Amerika setelah lima tahun dari yang dilakukan Chistopher Columbus. Dia melakukan dua hal penting. Pertama, dia memposisikan Dunia Baru (benua Amerika) sebagai benua tersendiri, yang sama sekali berbeda dengan Asia. Kedua, dia banyak menulis tentang benua penemuannya. Salah satunya yang berjudul Mundus Novus (Dunia Baru) telah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa dalam masa 25 tahun. Hasilnya, orang Eropa mengabadikan nama Amerigo Vespuci menjadi nama benua besar tersebut, sedangkan Christipher meninggal dalam penjara.
Dalam percakapan anak muda, kita sering mendengar perkataan, "Saya ingin membeli Levis merek Tira". Atau pertanyaan, "Kodakmu merk apa?". Seorang Bapak di rumah berkata kepada istrinya, "Bu, Odolnya habis, tolong beli di warung?". Dalam benak kita Levis adalah nama lain lain celana jeans, Kodak adalah nama lain dari kamera, Odol adalah nama lain dari pasta gigi. Padahal nama-nama itu adalah merek produk. Merk produk inilah yang pertama menempati posisi dalam benak konsumen dan selalu menjadi "Yang Paling Diingat" atau Top of Mind.
Positioning berkaitan dengan persaingan. Jadi, persoalannya adalah bagaimana pengiklan dan biro iklan memposisikan produk di antara para pesaing. Dalam hal ini positioning dapat diciptakan dengan menggunakan asosiasi tertentu, misalnya: gaya hidup, kelas sosial, kedudukan profesional, sifat tertentu, dll yang mampu membedakannya dengan pesaing.
Jadi, sebenarnya positioning diciptakan untuk mendukung pembentukan citra produk sehingga sangat berkaitan dengan brand dari produk tersebut.
Terdapat beberapa strategi untuk menciptakan positioning suatu produk:
• 1. Penonjolan karakterisasi produk
Pengiklan memilih satu di antara sekian unsur produk yang dapat ditonjolkan. Misalnya teh botol tidak diposisikan sebagai minuman teh yang panas, namun diposisikan sebagai minuman ringan yang sama dengan cola. Sehingga teh botol bukanlah teh yang harus diminum pada saat minum teh di sore hari, tetapi minuman tepat untuk perjalanan, dan untuk minuman penutup setelah makan.
Produk Mariteh tampil dengan memposisikan diri sebagai teh bubuk instan. Posisi ini membedakan dengan produk teh lain yang penyajiannya harus diseduh terlebih dahulu.
• 2. Penonjolan harga
Pengiklan memilih harga murah sebagai hal yang akan ditonjolkan. Misalnya ketika sabun cuci Daia diluncurkan pertama kali, ia mengusung posisi sebagai sabun cuci yang murah harganya dibandingkan dengan produk sejenis yang telah dulu ada, yaitu Rinso dan SoKlin. Iklan nyamuk Hit sedari awal hingga kini selalu mengusung posisi sebagai obat nyamuk yang murah. Tentu saja pengiklan maupun biro iklan harus berhati-hati dengan strategi penonjolan harga ini karena untuk konsumen harga sering diasosiasikan dengan mutu.
• 3. Penonjolan kegunaan
Suatu produk dikaitkan dengan kegunaan khusus. Bererapa obat batuk, flu, deman, dan sakit kepala sebenarnya mengandung komposisi yang relatif sama. Namun, obat Paramex memposisikan diri sebagai obat sakit kepala, Konidin dan Woods sebagai obat batuk, Decolden sebagai obat flu. Bahkan Feminax yang kandungan komposisinya sama dengan Paramex, diposisikan kegunaannya khusus sebagai obat sakit di kala datang bulan.
Pengiklan harus memilih kegunaan khusus dari produknya untuk memposisikan diri.
• 4. Positioning menurut pemakainya
Produk yang sangat tua menggunakan strategi ini adalah Loreal. Dengan memposisikan diri bahwa produk ini dipakai oleh bintang film kondang dunia Jessica Alba, brand yang terbentuk untuk revlon adalah make up bintang film. Produk lain yang menggunakan strategi ini adalah produk-produk kosmetik, oli Top One, dan beberapa produk mobil.
• 5. Positioning menurut kelas produk
Beberapa produk yang "terjepit" perlu melakukan keputusan positioning yang kritis dengan mengaitkannya pada kelas produk yang bersangkutan. Misalnya, produk 7 Up terjepit di antara produk minuman cola Pepsi dan Coca-Cola, sehingga ia menggunakan slogan "7-Up is the uncola drink. But with a better taste" untuk memposisikan dirinya.
• 6. Positioning dengan menggunakan simbol-simbol budaya
Simbol yang dijadikan identifikasi ini memiliki arti penting bagi konsumen. Simbol ini tidak digunakan oleh positioning pesaing. Misalnya produk Mustika Ratu diposisikan sebagai produk yang mewarisi budaya Kraton di Jawa.
• 7. Positioning langsung terhadap pesaing
Untuk budaya , strategi ini sering dianggap tidak etis. Pernah terdapat produk yang memanfaatkan strategi ini, namun sekarang sudah tidak dipakai lagi. Di awal era 90-an muncul banyak produk motor Cina, dengan model bangau. Dengan aktor Basuki yang sibuk menendangi beberapa ekor bebek, dipakailah slogan "sekarang bukan zamannya bebek" . Namun, iklan dengan strategi positioning tersebut segera disambut dengan keras oleh pengiklan produk motor bebek. Sehingga saat ini, produk motor bangau tidak begitu melekat dalam benak konsumen.

Sumber :
http://www.midas-solusi.com/knowledge-space,en,detail,35,positioning

Proses Persepsi Dan Perilaku Konsumen

Nama : Putri Wulandari
Kelas : 3EA04
Npm : 10208977


Persepsi
Kotler (2000) menjelaskan persepsi sebagai proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti. Mangkunegara (dalam Arindita, 2002) berpendapat bahwa persepsi adalah suatu proses pemberian arti atau makna terhadap lingkungan. Dalam hal ini persepsi mecakup penafsiran obyek, penerimaan stimulus (Input), pengorganisasian stimulus, dan penafsiran terhadap stimulus yang telah diorganisasikan dengan cara mempengaruhi perilaku dan pembentukan sikap. Adapun Robbins (2003) mendeskripsikan persepsi dalam kaitannya dengan lingkungan, yaitu sebagai proses di mana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka agar memberi makna kepada lingkungan mereka.
Walgito (1993) mengemukakan bahwa persepsi seseorang merupakan proses aktif yang memegang peranan, bukan hanya stimulus yang mengenainya tetapi juga individu sebagai satu kesatuan dengan pengalaman-pengalamannya, motivasi serta sikapnya yang relevan dalam menanggapi stimulus. Individu dalam hubungannya dengan dunia luar selalu melakukan pengamatan untuk dapat mengartikan rangsangan yang diterima dan alat indera dipergunakan sebagai penghubungan antara individu dengan dunia luar. Agar proses pengamatan itu terjadi, maka diperlukan objek yang diamati alat indera yang cukup baik dan perhatian merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam mengadakan pengamatan. Persepsi dalam arti umum adalah pandangan seseorang terhadap sesuatu yang akan membuat respon bagaimana dan dengan apa seseorang akan bertindak.
Leavitt (dalam Rosyadi, 2001) membedakan persepsi menjadi dua pandangan, yaitu pandangan secara sempit dan luas. Pandangan yang sempit mengartikan persepsi sebagai penglihatan, bagaimana seseorang melihat sesuatu. Sedangkan pandangan yang luas mengartikannya sebagai bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. Sebagian besar dari individu menyadari bahwa dunia yang sebagaimana dilihat tidak selalu sama dengan kenyataan, jadi berbeda dengan pendekatan sempit, tidak hanya sekedar melihat sesuatu tapi lebih pada pengertiannya terhadap sesuatu tersebut.
Persepsi berarti analisis mengenai cara mengintegrasikan penerapan kita terhadap hal-hal di sekeliling individu dengan kesan-kesan atau konsep yang sudah ada, dan selanjutnya mengenali benda tersebut. Untuk memahami hal ini, akan diberikan contoh sebagai berikut: individu baru pertama kali menjumpai buah yang sebelumnya tidak kita kenali, dan kemudian ada orang yang memberitahu kita bahwa buah itu namanya mangga. Individu kemudian mengamati serta menelaah bentuk, rasa, dan lain sebagainya, dari buah itu secara saksama. Lalu timbul konsep mengenai mangga dalam benak (memori) individu. Pada kesempatan lainnya, saat menjumpai buah yang sama, maka individu akan menggunakan kesan-kesan dan konsep yang telah kita miliki untuk mengenali bahwa yang kita lihat itu adalah mangga (Taniputera, 2005).
Dari definisi persepsi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi merupakan suatu proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi dan pengalaman-pengalaman yang ada dan kemudian menafsirkannya untuk menciptakan keseluruhan gambaran yang berarti.

Perilaku Konsumen
Adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang.
Dua wujud konsumen
1. Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri.
2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.
Production concept
Konsumen pada umumnya lebih tertarik dengan produk-produk yang harganya lebih murah. Mutlak diketahui bahwa objek marketing tersebut murah, produksi yang efisien dan distribusi yang intensif.

Sumber :
http://www.masbow.com/2009/08/apa-itu-persepsi.html
http://organisasi.org/perilaku-konsumen-ringkasan-rangkuman-resume-mata-kuliah-ekonomi-manajemen

TEORI TEORI KEPRIBADIAN

Nama : Putri Wulandari
Kelas : 3EA04
Npm : 10208977


Dalam teori-teori kepribadian, kepribadian terdiri dari antara lain TRAIT dan TIPE. Trait sendiri dijelaskan sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan unit/dimensi dasar dari kepribadian. Trait menggambarkan konsistensi respon individu dalam situasi yang berbeda-beda. Sedangkan tipe adalah pengelompokan bermacam-macam trait. Dibandingkan dengan konsep trait, tipe memiliki tingkat regularity dan generality yang lebih besar daripada trait.
Trait merupakan disposisi untuk berperilaku dalam cara tertentu, seperti yang tercermin dalam perilaku seseorang pada berbagai situasi. Teori trait merupakan teori kepribadian yang didasari oleh beberapa asumsi, yaitu:
A. Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang membedakan seseorang dari yang lain, sehingga:
 Trait relatif stabil dari waktu ke waktu
 Trait konsisten dari situasi ke situasi
B. Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena:
 ada proses adaptif
 adanya perbedaan kekuatan, dan
 kombinasi dari trait yang ada
Tingkat trait kepribadian dasar berubah dari masa remaja akhir hingga masa dewasa. McCrae dan Costa yakin bahwa selama periode dari usia 18 sampai 30 tahun, orang sedang berada dalam proses mengadopsi konfigurasi trait yang stabil, konfigurasi yang tetap stabil setelah usia 30 tahun (Feist, 2006)
Teori trait dimunculkan pertama kalinya oleh Gordon W. Allport. Selain Allport, terdapat dua orang ahli lain yang mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J. Eysenck.
Allport mengenalkan istilah central trait, yaitu kumpulan kata-kata yang biasanya digunakan oleh orang untuk mendeskripsikan individu. Central trait dipercaya sebagai jendela menuju kepribadian seseorang. Menurut Allport, unit dasar dari kepribadian adalah trait yang keberadaannya bersumber pada sistem saraf. Allport percaya bahwa trait menyatukan dan mengintegrasikan perilaku seseorang dengan mengakibatkan seseorang melakukan pendekatan yang serupa (baik tujuan ataupun rencananya) terhadap situasi-situasi yang berbeda. Walaupun demikian, dua orang yang memiliki trait yang sama tidak selalu menampilkan tindakan yang sama. Mereka dapat mengekspresikan trait mereka dengan cara yang berbeda. Perbedaan inilah yang membuat masing-masing individu menjadi pribadi yang unik. Oleh sebab itu Allport percaya bahwa individu hanya dapat dipahami secara parsial jika menggunakan tes-tes yang menggunakan norma kelompok.
Sama seperti Allport, Cattell juga percaya bahwa kata-kata yang digunakan seseorang untuk menggambarkan dirinya dan orang lain adalah petunjuk penting kepada struktur kepribadian. Perbedaan mendasar antara Allport dan Cattell adalah bahwa Cattell percaya kepribadian dapat digeneralisir. Yang harus dilakukan adalah dengan mencari trait dasar atau utama dari ribuan trait yang ada.
Menurut Allport, faktor genetik dan lingkungan sama-sama berpengaruh dalam menentukan perilaku manusia. Bukan hanya faktor keturunan sendiri atau faktor lingkungan sendiri yang menentukan bagaimana kepribadian terbentuk, melainkan melalui pengaruh resiprokal faktor keturunan dan lingkungan yang memunculkan karakteristik kepribadian.
Sehubungan dengan adanya peran genetik dalam pembentukan kepribadian, terdapat 4 pemahaman penting yang perlu diperhatikan:
1. Meskipun faktor genetik mempunyai peran penting terhadap perkembangan kepribadian, faktor non-genetik tetap mempunyai peranan bagi variasi kepribadian
2. Meskipun faktor genetik merupakan hal yang penting dalam mempengaruhi lingkungan, faktor non-genetik adalah faktor yang paling bertanggungjawab akan perbedaan lingkungan pada orang-orang
3. Pengalaman-pengalaman dalam keluarga adalah hal yang penting meskipun lingkungan keluarga berbeda bagi setiap anak sehubungan dengan jenis kelamin anak, urutan kelahiran, atau kejadian unik dalam kehidupan keluarga pada tiap anak.
4. Meski terdapat kontribusi genetik yang kuat terhadap trait kepribadian, tidak berarti bahwa trait itu tetap atau tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan.


Secara general, personality sendiri merupakan keseluruhan total cara seorang individu beraksi dan berinteraksi dengan yang lain.
Personality seseorang, ditentukan oleh tiga hal yang saling mendukung satu sama lain, dan merupakan satu kesatuan,yakni,
1. Genetik.Keturunan
2. Lingkungan, mulai dari budaya, lingkungan keluarga, sekolah, pergaulan.
3. Situasi, kepribadian seseorang bisa berubah pada situasi-situasi tertentu.
Idealnya seseorang akan memiliki kepribadian yang tidak jauh beda dengan leluhurnya/orang tuanya. Tetapi karena adanya pengaruh lingkungan atau situasi tertentu, bukan tidak mungkin kepribadiannya berbeda dengan ciri keperibadian keluarganya.
Menurut Renee Baron dan Elizabeth Wagele, kepribadian seseorang dibagi dalam 9 tipe yaitu
1. Perfeksionis
Orang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah.
2. Penolong
Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membutuhkan.
3. Pengejar Prestasi
Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari kegagalan.
4. Romantis
Orang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan diri sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghindari citra
5. Pengamat
Orang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak, serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban.
6. Pencemas
Orang tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan pemberontak.
7. Petualang
Tipe 7 termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia, dan terhindar dari derita dan
8. Pejuang
Tipe pejuang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat mengandalkan diri sendiri, kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.
9. Pendamai
Para pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.

Sumber:
http://anakmamilepastopi.blogspot.com/2009/12/kepribadian-dan-gaya-hidup-tugas.html